Aparat kepolisian akhirnya resmi merilis identitas para korban kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk boks Isuzu dan enam sepeda motor di persimpangan Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026).
Data terbaru dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota mengonfirmasi tragedi berdarah ini mengakibatkan satu orang tewas dan sembilan orang lainnya luka-luka.
Identitas Korban Tewas dan Luka Berat
Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Sukanta (42), seorang pengendara Honda Beat bernomor polisi B-6088-RAQ yang berdomisili di Matraman, Jakarta Timur.
Sementara itu, penumpang yang dibonceng oleh Sukanta, Nur Jamilah (52), mengalami luka berat yang sangat serius dan saat ini masih berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan RS Siloam Bekasi.
Daftar 8 Korban Luka Ringan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, menyebutkan delapan korban lainnya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, seperti RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Timur, dan RS Bhakti Kartini. Beberapa di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang.
Berikut adalah identitas delapan korban luka ringan tersebut:
-
Saiful Qomari (37) — Warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
-
Tomiy (24) — Warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
-
Salza Maylia Zukriansyah (26) — Warga Kabupaten Tangerang.
-
Eka Sari Effriyanty (49) — Warga Kabupaten Tangerang.
-
Taufik Hidayat (34) — Warga Jatiasih, Kota Bekasi.
-
Muhammad Fathurrohman Al Jaziri (21) — Warga Kabupaten Bekasi.
-
Erlis Dwi Setiowati (44) — Warga Bekasi Barat, Kota Bekasi.
-
Inggrid Selvia Gita (19) — Warga Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Kronologi Tragis: Rem Blong 100 Meter Sebelum Traffic Light
Sopir truk boks maut bernomor polisi B-9916-TXT, Jones R. Leatemia (48), sempat pingsan tak sadarkan diri di lokasi kejadian setelah menghantam kerumunan motor. Setelah kondisinya dinyatakan stabil oleh tim medis RSUD Kota Bekasi, Jones langsung digelandang ke Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan intensif menuju status tersangka.
Berdasarkan pengakuan awal sang sopir, petaka itu bermula saat truk kosong yang dikemudikannya melaju dari arah Rawapanjang menuju Rawasemut untuk mengambil muatan barang di sekitar Terminal Bekasi.
Sekitar 50 hingga 100 meter sebelum mencapai lampu merah Unisma, sistem pengereman truk mendadak tidak berfungsi alias blong.
Meski sopir mengaku sudah berusaha mati-matian mengurangi kecepatan, jet darat raksasa itu tetap meluncur deras menghantam enam motor yang sedang berhenti mengantre lampu merah serta sebagian motor yang berada di jalur belok kiri langsung.
Pihak kepolisian menegaskan saat ini masih mendalami kecepatan pasti truk sebelum benturan terjadi melalui penyidikan ilmiah yang lebih mendalam. Menutup keterangannya, Kombes Pol Kusumo mengimbau dengan keras kepada seluruh perusahaan otobus dan angkutan barang logistik untuk rutin mengecek kelaikan armada mereka, terutama sistem pengereman, agar tragedi memilukan seperti ini tidak terulang kembali di jalan raya.