PAPUA PEGUNUNGAN– Tujuh penumpang pesawat perintis milik AMA Aviation dengan nomor registrasi PK-RCY dipastikan selamat setelah pesawat yang mereka tumpangi diserang dan dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Keselamatan seluruh penumpang menjadi titik terang di tengah insiden yang merenggut nyawa pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut.
Keberhasilan menyelamatkan para penumpang tidak lepas dari peran cepat tokoh adat dan tokoh agama setempat yang segera mengamankan mereka setelah serangan terjadi. Langkah tersebut juga memungkinkan proses evakuasi jenazah pilot berlangsung tanpa hambatan berarti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto memastikan seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat berhasil selamat dan kini telah kembali ke keluarganya masing-masing.
“Ketujuh penumpang ini semuanya warga lokal (asli Papua) dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” ujar Lucky Avianto usai proses evakuasi jenazah pilot di Rumah Sakit Tentara (RST) Timika, Jalan Agimuga Mile 32, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ketujuh penumpang yang selamat masing-masing adalah Eston Sobolim, Kwenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso. Seluruhnya merupakan warga asli Papua yang menggunakan penerbangan perintis tersebut untuk mobilitas menuju wilayah pedalaman.
Peran Tokoh Adat dan Agama Jadi Kunci Keselamatan
Lucky memberikan apresiasi kepada masyarakat Balinggama yang dinilai berperan besar dalam mengamankan para penumpang sekaligus membantu kelancaran proses evakuasi pascaserangan.
Menurutnya, situasi di lokasi kejadian dapat dikendalikan berkat kerja sama berbagai unsur masyarakat yang mengedepankan keselamatan warga sipil.
> “Saya mengucapkan terima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama yang ada di Balinggama, yang telah bisa mengamankan mereka, kemudian mengamankan juga pelaksanaan evakuasi sehingga bisa berjalan dengan aman dan baik,” katanya.
Apresiasi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat lokal dalam menghadapi situasi darurat di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis maupun keamanan.
Serangan Terjadi Saat Penerbangan Perintis Mendarat
Insiden bermula ketika pesawat AMA Aviation PK-RCY menjalankan misi penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Setelah tiba di Lapangan Terbang Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pesawat diduga diserang oleh anggota KKB. Dalam serangan tersebut, pesawat kemudian dibakar hingga mengalami kerusakan berat.
Peristiwa itu juga menyebabkan pilot pesawat, Nicholas F. Gosselin, warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia. Jenazah korban telah berhasil dievakuasi menuju Timika untuk penanganan lebih lanjut.
Penerbangan Perintis Kembali Jadi Sasaran
Serangan terhadap pesawat PK-RCY kembali menyoroti tingginya risiko operasional penerbangan perintis di wilayah Papua Pegunungan. Moda transportasi udara menjadi urat nadi bagi masyarakat di daerah pedalaman yang sulit dijangkau melalui jalur darat akibat kondisi geografis yang ekstrem.
Penerbangan perintis selama ini tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga menjadi jalur distribusi logistik, kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Insiden pembakaran pesawat ini menambah daftar panjang gangguan keamanan terhadap transportasi udara di Papua, sekaligus memunculkan kembali tuntutan agar pengamanan penerbangan perintis diperkuat guna melindungi awak pesawat, penumpang, serta menjamin kelangsungan pelayanan publik di wilayah pedalaman.
Hingga kini aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan langkah-langkah pengamanan serta pendalaman untuk mengungkap pelaku penyerangan dan memastikan aktivitas penerbangan di kawasan tersebut dapat kembali berlangsung dengan aman.