JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin, 6 Juli 2026, di zona hijau setelah mencatat kenaikan 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07.
Penguatan tersebut memperlihatkan meningkatnya optimisme pelaku pasar meski sepanjang sesi perdagangan indeks bergerak naik turun mengikuti dinamika sentimen.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sempat bergerak di kisaran 5.917 sebelum menyentuh level tertinggi 5.935,68 dan terendah 5.857,35.
Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham berada di zona positif sehingga menopang laju indeks hingga penutupan bursa.
Sebanyak 386 saham berakhir menguat, sedangkan 242 saham terkoreksi dan 155 saham lainnya ditutup tanpa perubahan harga.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai dengan volume mencapai 19,74 miliar saham.
Nilai transaksi harian tercatat sekitar Rp9,41 triliun yang mencerminkan tingginya aktivitas investor sepanjang perdagangan.
Pelaku pasar kini mengarahkan perhatian pada arus modal asing, pergerakan rupiah, dan berbagai indikator ekonomi yang akan dirilis pekan ini.
Ketiga faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari mendatang.
BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang penguatan lanjutan masih terbuka apabila indeks mampu mempertahankan area support penting.
“Secara teknikal, peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG bertahan di atas support 5.730, dengan target penguatan menuju resistance psikologis 6.000.”
“Keberhasilan menembus level 6.000 diperkirakan akan memperkuat momentum pemulihan jangka pendek,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Berdasarkan analisis tersebut, BRI Danareksa merekomendasikan saham BUMI, PADI, dan AMMN sebagai pilihan menarik dalam perdagangan.
Ketiga emiten tersebut dipandang memiliki peluang mencuri perhatian ketika volatilitas pasar masih cukup tinggi.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai sentimen global mulai memberikan dukungan terhadap pergerakan pasar saham domestik.
Harapan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat menunda kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan investor.
Penurunan harga minyak mentah dunia juga dinilai membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 pada pekan ini,” kata Phintraco Sekuritas.
“Sentimen positif tersebut diharapkan dapat menopang pergerakan indeks dalam jangka pendek,”katanya.
Phintraco merekomendasikan saham ASII, DSSA, AVIA, NCKL, EMAS, dan ELSA sebagai pilihan investasi pada kondisi pasar saat ini.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan rupiah turut memberikan dorongan positif terhadap kinerja pasar modal.
Kenaikan harga sejumlah komoditas juga menjadi faktor tambahan yang membantu menjaga optimisme investor domestik.
Meski demikian, tekanan dari aksi jual investor asing dinilai masih dapat membatasi ruang kenaikan IHSG.
CGS International memperkirakan sentimen global, perkembangan ekonomi nasional, dan arus dana asing tetap menjadi fokus utama pasar pada sesi berikutnya.***