YOGYAKARTA – Muhammadiyah kembali menghadirkan inovasi dalam kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan. Kali ini, organisasi tersebut meluncurkan Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu), sebuah wadah yang ditujukan bagi para pencinta kucing sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Peluncuran KucingMu dilakukan di Yogyakarta bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan kucing gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia. Program tersebut tidak hanya menarik perhatian para pencinta hewan, tetapi juga menjadi pembahasan publik karena disertai penerbitan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus untuk kucing.
Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk pendekatan dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Muhammadiyah menilai bahwa kepedulian terhadap hewan juga merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup.
Kampanye One Health Jadi Latar Belakang
Kegiatan pemeriksaan kesehatan kucing diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara berlangsung di halaman Gedung Muhammadiyah DIY dan menjadi bagian dari kampanye One Health, sebuah konsep yang menekankan hubungan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga kesehatan hewan peliharaan bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi juga langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau dikenal sebagai zoonosis.
Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kader IMM terhadap kesejahteraan hewan, khususnya kucing yang menjadi salah satu hewan peliharaan paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pemeriksaan Gratis untuk Puluhan Kucing
Sebanyak 60 ekor kucing mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma. Layanan yang diterima meliputi pemeriksaan kesehatan umum (general check-up), konsultasi bersama dokter hewan, pemberian obat cacing, obat kutu, suplemen, hingga pengobatan noninvasif.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY dengan berbagai pihak, termasuk dokter hewan, mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), mahasiswa Teknologi Veteriner UGM, serta kader kesehatan dari Program Studi Farmasi UGM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sinergi lintas institusi ini menunjukkan bahwa isu kesehatan hewan membutuhkan kerja sama dari berbagai disiplin ilmu.
Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi pemilik hewan mengenai pentingnya vaksinasi, kebersihan lingkungan, pemberian nutrisi yang baik, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.
KucingMu Jadi Wadah Baru Pencinta Kucing
Dalam kesempatan yang sama, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY secara resmi memperkenalkan Komunitas Kucing Muhammadiyah atau KucingMu.
Komunitas ini dibentuk sebagai ruang berkumpul bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan kucing. Kehadirannya diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah melalui pendekatan yang lebih inklusif dan relevan dengan aktivitas keseharian masyarakat.
Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, menyampaikan bahwa KucingMu diharapkan menjadi inspirasi lahirnya berbagai komunitas positif lainnya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui komunitas ini, kegiatan yang berkaitan dengan edukasi kesehatan hewan, aksi sosial, hingga kampanye kesejahteraan hewan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
KTAM Khusus Kucing Jadi Daya Tarik
Salah satu hal yang paling menyita perhatian publik adalah penerbitan KTAM khusus untuk kucing. Kartu tersebut diberikan kepada kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan pada saat peluncuran KucingMu.
Program ini bukan dimaksudkan sebagai identitas resmi layaknya dokumen administrasi negara, melainkan sebagai simbol keanggotaan komunitas sekaligus media pendataan bagi warga Muhammadiyah yang memiliki hewan peliharaan.
Kucing bernama Messi, peliharaan Wakil Ketua PWM DIY Ridwan Furqoni, menjadi penerima pertama KTAM Kucing. Ridwan menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan sekaligus mempererat hubungan antaranggota komunitas pecinta kucing.
Bentuk Dakwah yang Lebih Dekat dengan Kehidupan
Peluncuran KucingMu menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah atau kajian keagamaan. Pendekatan berbasis komunitas dan kepedulian terhadap lingkungan maupun hewan dinilai mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Dalam ajaran Islam sendiri, terdapat banyak teladan mengenai pentingnya memperlakukan hewan dengan baik. Menjaga kesehatan hewan, memberikan makanan yang layak, serta tidak menyakitinya merupakan bagian dari nilai kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
Melalui KucingMu, Muhammadiyah mencoba menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam bentuk kegiatan nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Mendorong Kesadaran akan Kesehatan Hewan
Keberadaan komunitas seperti KucingMu juga dinilai memiliki nilai edukatif. Banyak pemilik hewan peliharaan yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin maupun pencegahan penyakit yang dapat menular kepada manusia.
Dengan adanya kegiatan pemeriksaan gratis, konsultasi dokter hewan, hingga edukasi mengenai zoonosis, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa kesehatan hewan dan kesehatan manusia saling berkaitan.
Ke depan, KucingMu diharapkan tidak hanya menjadi komunitas bagi pecinta kucing, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai program sosial, edukasi, serta aksi kemanusiaan yang melibatkan masyarakat luas. Inisiatif ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap hewan dapat berjalan seiring dengan misi dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial yang selama ini menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah. (MK)