JAKARTA – Mantan pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik atas kegagalan pada Piala Dunia FIFA 2026.
Melalui Yayasan Beasiswa Hong Myung-bo, ia menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas hasil buruk tim berada di pundaknya. “Pertama-tama, saya dengan tulus meminta maaf kepada semua penggemar yang mencintai sepak bola Korea. Tanggung jawab tas hasil Piala Dunia terletak pada saya sebagai pelatih. Saya sekali lagi meminta maaf sebesar-besarnya,” ujarnya, dilansir mydaily, Kamis (9/7/2026).
Hong mengakui dirinya sempat bungkam setelah turnamen berakhir karena ingin menerima hasil terlebih dahulu. Namun, ia menyesalkan munculnya informasi palsu yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap pemain dan staf. Ia juga menjelaskan alasannya tetap berada di Amerika Serikat, yakni untuk melindungi keluarga dari ancaman dan menjaga keselamatan pribadi. “Saya sama sekali tidak berniat untuk memunggungi publik,” tegasnya.
Pelatih yang mundur usai tim tersingkir di fase grup itu sempat menuai kritik keras, termasuk saat kembali ke Bandara Incheon di mana sejumlah penggemar melontarkan hinaan. Kepergiannya ke AS dua hari kemudian memicu tudingan bahwa ia “melarikan diri” dari tanggung jawab.
Hong menegaskan kesiapannya menghadiri sidang Majelis Nasional terkait kontroversi pengangkatannya dan performa tim. “Jika sidang diadakan, sayalah yang seharusnya berdiri di sana sebagai direktur. Saya tidak akan menghindari pertanyaan apa pun dan akan menjawabnya di tempat,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan janji untuk menanggapi kritik publik secara serius. “Saya sekali lagi dengan tulus meminta maaf karena telah mengecewakan masyarakat. Saya akan menanggapi setiap kata teguran dan kritik Anda dengan serius.”