JAKARTA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mulai memperluas kerja sama internasional di bidang keselamatan penerbangan militer dengan Russian Armed Forces. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Aviation Safety Meeting TNI AU and Russian Armed Forces yang digelar di Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan perdana ini menjadi tonggak awal kolaborasi kedua angkatan bersenjata dalam memperkuat sistem keselamatan penerbangan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman operasional, serta praktik terbaik (best practices) di bidang flight safety. Fokus utama kerja sama diarahkan pada penguatan budaya keselamatan, peningkatan kemampuan personel, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko penerbangan militer.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AU untuk terus meningkatkan standar keselamatan penerbangan melalui kerja sama dengan mitra internasional.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal kedua pihak memperkuat kerja sama melalui pertukaran informasi dan pengalaman guna meningkatkan keselamatan terbang dan kerja,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana** dalam keterangannya.
Delegasi TNI AU dipimpin oleh Kepala Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Kapuslaiklambangjaau) Marsda TNI Fakhrizet, S.Sos. Sementara delegasi Russian Armed Forces dipimpin oleh Head of the Flight Safety Service, Inspectorate of the Russian Armed Forces, Major General Gadzhiev Tagir Minetullahovich.
Dalam sambutannya, Marsda TNI Fakhrizet menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi terbentuknya hubungan profesional yang lebih erat antara kedua institusi di bidang keselamatan penerbangan.
Menurutnya, kerja sama internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadapi tantangan operasional penerbangan militer yang semakin kompleks dan dinamis.
“Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan hubungan profesional yang lebih erat dalam bidang keselamatan terbang dan kerja,” kata Fakhrizet.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap operasi udara. Tanpa sistem keselamatan yang kuat, kesiapan operasional dan keberhasilan pelaksanaan misi tidak akan dapat dicapai secara optimal.
“Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasi dan keberhasilan pelaksanaan tugas. Keselamatan dibangun melalui regulasi yang kuat, personel yang kompeten, alutsista yang laik, penerapan manajemen risiko yang efektif, serta budaya keselamatan yang terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, kedua delegasi mendiskusikan berbagai strategi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan militer. Salah satu pembahasan utama adalah penerapan pendekatan proaktif dan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko sebelum berkembang menjadi insiden.
Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai penguatan implementasi Safety Management System (SMS) sebagai kerangka utama dalam pengelolaan keselamatan penerbangan secara menyeluruh.
Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian. TNI AU dan Russian Armed Forces membahas digitalisasi sistem pelaporan keselamatan, analisis data berbasis teknologi, serta pengembangan predictive risk management yang memungkinkan identifikasi potensi bahaya melalui pemanfaatan data historis dan analisis tren.
Pembahasan juga mencakup integrasi data keselamatan secara berkelanjutan agar proses evaluasi terhadap potensi risiko dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan komprehensif.
Tidak hanya menyentuh aspek teknologi, kedua institusi turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kompetensi personel dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga standar keselamatan penerbangan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan operasi, hingga evaluasi pascamisi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara TNI AU dan Russian Armed Forces di bidang keselamatan penerbangan militer. Melalui pertukaran pengalaman dan penguatan sistem keselamatan, kedua pihak berupaya meningkatkan profesionalisme sekaligus meminimalkan risiko dalam setiap pelaksanaan operasi udara.
Inisiatif tersebut juga mencerminkan komitmen TNI AU untuk terus mengadopsi praktik-praktik terbaik di tingkat internasional sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan serta mendukung kesiapan operasi Angkatan Udara di masa mendatang.