Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan strategis yang tersebar di lima provinsi dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun, Jumat (10/7). Proyek tersebut diharapkan menjadi penggerak utama ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara empat bendungan lainnya di Aceh, Jawa Tengah, dan Bali diresmikan secara hybrid.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali,” ujar Prabowo.
Kelima bendungan yang dibangun pada periode 2015-2025 itu dirancang untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Secara keseluruhan, infrastruktur tersebut mampu menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi risiko banjir di area seluas 932 hektare, serta mendukung pembangkit energi bersih melalui PLTA berkapasitas 9,64 MW dan PLTS terapung hingga 345,94 MW.
Selain itu, pembangunan jaringan irigasi sepanjang hampir 280 kilometer akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.
Lima Bendungan dengan Fungsi Strategis
Dari lima proyek tersebut, Bendungan Keureuto di Aceh menjadi yang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp2,96 triliun. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung hampir 216 juta meter kubik dan akan mengairi sekitar 14.695 hektare lahan pertanian, sekaligus berpotensi menghasilkan energi hingga 185,62 MW.
Sementara itu, Bendungan Rukoh di Aceh dibangun dengan anggaran Rp2,48 triliun untuk mendukung irigasi lebih dari 12.000 hektare sawah, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pembangkit energi bersih.
Di Bali, Bendungan Sidan difokuskan untuk memperkuat pasokan air bersih, mengairi hampir 9.600 hektare lahan, sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
Adapun Bendungan Meninting di NTB dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah diharapkan mampu meningkatkan layanan irigasi, mengurangi risiko banjir, menyediakan air baku, serta mendukung pasokan listrik melalui pembangkit tenaga air.
Peresmian ini turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.