Setelah sempat mati suri dan berhenti beroperasi sejak tahun 2020, Perpustakaan Nyi Ageng Serang kini resmi menyapa kembali warga Jakarta. Perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini hadir pasca-revitalisasi dengan konsep modern, estetik, dan fasilitas yang jauh lebih lengkap.
Menariknya lagi, tempat ini kini mengadopsi jam operasional baru yang ramah bagi para pekerja kantoran dan pelajar, yaitu buka setiap hari (Senin sampai Minggu) mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Jam buka yang panjang hingga malam hari ini diharapkan bisa menjadi alternatif ruang ketiga bagi masyarakat yang ingin membaca, belajar, bekerja, atau sekadar mencari ketenangan setelah jam kerja atau sekolah usai.
Sebelum datang berkunjung, pastikan Anda sudah melakukan registrasi keanggotaan terlebih dahulu secara mandiri melalui laman resmi Perpustakaan Jakarta.
Fasilitas Ramah Co-Working dan Komunitas
Mengisi lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang, ruang publik ini dirancang bukan sekadar untuk tempat meminjam buku, melainkan sebagai pusat kolaborasi kreatif warga. Beberapa fasilitas unggulan yang bisa dinikmati secara gratis antara lain:
-
Zona Membaca: Ruang koleksi umum yang tenang, ruang baca khusus anak yang interaktif, serta layanan perpustakaan digital.
-
Zona Produktif: Area kerja bersama (co-working space), ruang komputer, ruang multimedia, dan ruang diskusi kelompok.
-
Zona Komunitas: Auditorium untuk pemutaran film, bedah buku, lokakarya, kelas kreatif, hingga ruang berkumpulnya berbagai komunitas kreatif.
-
Fasilitas Penunjang: Musala yang bersih serta area terbuka (outdoor) yang nyaman untuk membaca santai.
Akses Mudah Lewat Transportasi Publik
Berlokasi di kawasan strategis Kompleks Taman Rasuna, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, perpustakaan ini sangat mudah diakses menggunakan moda transportasi umum massal:
-
LRT Jabodebek: Turun di Stasiun LRT Rasuna Said, lalu berjalan kaki singkat menuju gedung.
-
TransJakarta: Turun di Halte Rasuna Said, kemudian jalan kaki beberapa menit ke lokasi.
-
KRL Commuter Line: Turun di Stasiun Sudirman, lalu sambung menggunakan LRT Jabodebek atau TransJakarta ke arah Kuningan.
-
MRT Jakarta: Turun di Stasiun Setiabudi, kemudian lanjutkan perjalanan dengan TransJakarta atau transportasi online.
Sekilas Sejarah: Mengenal Sosok Nyi Ageng Serang
Nama perpustakaan ini diambil dari salah satu pahlawan nasional perempuan terhebat dalam Perang Jawa (1825-1830), Nyi Ageng Serang. Tokoh yang memiliki nama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi ini merupakan keturunan langsung Sunan Kalijaga sekaligus nenek buyut dari bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.
Meskipun saat Perang Jawa usianya sudah menginjak 70 tahun, ia dipercaya menjadi panglima sekaligus penasihat strategi perang Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Salah satu taktik cerdasnya yang paling melegenda adalah memerintahkan pasukannya menggunakan daun lumbu (daun talas) sebagai kamuflase canggih untuk mengelabuhi pandangan musuh di medan laga. Atas dedikasi luar biasa inilah, namanya diabadikan sebagai ikon literasi di jantung Jakarta Selatan.