SAN ANTONIO – Victor Wembanyama kembali menjadi sorotan setelah menyetujui perpanjangan kontrak jangka panjang bersama San Antonio Spurs dengan keputusan yang mengejutkan.
Bintang asal Prancis itu memilih nilai kontrak lebih rendah dibanding opsi maksimal yang sebenarnya bisa ia peroleh.
Keputusan tersebut memperlihatkan komitmen Wembanyama untuk membantu Spurs memiliki fleksibilitas finansial demi membangun tim juara.
Pemain berusia 22 tahun itu baru saja menuntaskan musim NBA 2025-2026 sebagai salah satu pemain terbaik di liga.
Ia mencatat sejarah sebagai peraih penghargaan Defensive Player of the Year pertama yang dipilih secara bulat.
Wembanyama juga untuk pertama kalinya masuk dalam tim All-NBA berkat performa impresif sepanjang musim.
Kontribusinya membawa Spurs menembus Final NBA untuk pertama kali sejak menjadi juara pada 2014.
Namun, langkah Spurs terhenti setelah dikalahkan New York Knicks dalam lima pertandingan.
Hasil tersebut mengakhiri harapan Spurs merebut gelar sekaligus mengantarkan Knicks menjadi juara NBA pertama sejak 1973.
Di tengah spekulasi masa depannya, Spurs akhirnya memastikan Wembanyama tetap bertahan di San Antonio.
Insider NBA ESPN, Shams Charania, melaporkan pada 10 Juli 2026 bahwa Wembanyama telah menandatangani perpanjangan kontrak rookie berdurasi lima tahun.
Nilai kontrak itu mencapai 252 juta dolar AS atau sekitar Rp4,08 triliun dengan kurs sekitar Rp16.200 per dolar AS.
Nilai tersebut lebih rendah dibanding kontrak supermaksimal yang bisa mencapai 303 juta dolar AS atau sekitar Rp4,91 triliun.
Charania mengungkap alasan di balik keputusan besar tersebut.
“Wembanyama memilih kontrak maksimum 25 persen dibanding eskalasi supermaksimal 30 persen senilai 303 juta dolar AS setelah dirinya dan Spurs membahas berbagai skema kontrak.”
“San Antonio bekerja sangat erat dengan Wembanyama serta perwakilannya, menawarkan kontrak supermaksimal penuh dan berbagai variasi perpanjangan kontrak.”
“Namun pada akhirnya Wembanyama memilih mengorbankan sebagian nilai kontraknya demi memberi dirinya dan organisasi ruang yang lebih besar untuk membangun tim penantang gelar yang berkelanjutan,” ungkap Charania seperti dilansir Newsweek, Minggu.
Keputusan itu membuat Spurs memiliki ruang batas gaji yang lebih longgar untuk mempertahankan maupun merekrut pemain berkualitas.
Laporan ESPN melalui Michael C. Wright menyebut nilai kontrak rookie Wembanyama menjadi yang terbesar ketiga dalam sejarah NBA.
Posisi tersebut berada di bawah kontrak Cade Cunningham dan Evan Mobley yang masing-masing bernilai 269 juta dolar AS atau sekitar Rp4,36 triliun.
Langkah Wembanyama menegaskan bahwa ambisi utamanya bukan sekadar memperoleh bayaran tertinggi.
Prioritas utamanya adalah menghadirkan gelar juara bagi San Antonio Spurs.
Strategi serupa sebelumnya sukses diterapkan Jalen Brunson bersama New York Knicks.
Pada Juli 2024, Brunson rela memangkas nilai kontraknya sekitar 113 juta dolar AS atau setara Rp1,83 triliun.
Ia kemudian menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun senilai 156,5 juta dolar AS atau sekitar Rp2,54 triliun.
Pengorbanan tersebut memberi Knicks keleluasaan membangun skuad yang lebih kompetitif.
Hasilnya, Knicks berhasil meraih gelar NBA setelah penantian lebih dari lima dekade.
Kini, Wembanyama berharap pengorbanannya dapat membawa Spurs mengikuti jejak kesuksesan yang sama.***