JAKARTA – Yordania mengumumkan militernya berhasil menembak jatuh delapan rudal Iran yang diarahkan ke wilayah kerajaan pada Kamis (16/7/2026).
Pernyataan resmi tersebut disampaikan militer Yordania melalui kantor berita pemerintah Petra.
Keberhasilan pencegatan terjadi ketika eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Militer Amerika Serikat memperluas operasi serangannya dengan menghantam sasaran Iran yang berada lebih jauh ke wilayah utara.
Pasukan AS juga menyerang sebuah kapal yang dituding berupaya menembus blokade laut terhadap Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone menjelang fajar dengan sasaran Bahrain serta Kuwait.
Seperti dilansir AP News, aksi saling serang selama beberapa hari terakhir kembali memperburuk stabilitas keamanan kawasan.
Kesepakatan sementara yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik kini praktis kehilangan efektivitas.
Ketegangan yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang berskala penuh di Timur Tengah.
Pejabat Iran menyebut serangan Amerika Serikat telah menewaskan lebih dari 35 orang.
Iran juga melaporkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi militer kedua pihak.
Jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia karena ancaman gangguan keamanan.
Ketidakpastian di kawasan turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.***