HALMAHERA TIMUR – Pelaksanaan pekerjaan fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore resmi dimulai di Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (16/7/2026). Hari pertama pelaksanaan ditandai dengan keterlibatan aktif personel TNITMMD bersama masyarakat yang bergotong royong mengerjakan sejumlah sasaran pembangunan.
Kolaborasi antara prajurit TNI dan warga menjadi pemandangan utama sejak pagi. Mereka bekerja berdampingan di lokasi sasaran fisik sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel Satgas TMMD bersama masyarakat mengikuti apel pagi. Kegiatan tersebut dipimpin Danpos TMMD, Serda Zainal Abidin Syah, didampingi Kepala Desa Bokimaake. Apel dilanjutkan dengan pembagian tugas kepada setiap kelompok kerja agar pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan sesuai target.
Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik-titik pekerjaan. Warga yang hadir secara sukarela bergabung bersama Satgas TMMD, menciptakan suasana gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan program tersebut.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore, Letkol Inf Wahyu Widya Sasono, menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel TNI, tetapi juga dukungan dan keterlibatan masyarakat di lokasi kegiatan.
“TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui kebersamaan ini, kami berharap seluruh program dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, semangat gotong royong menjadi faktor penting agar seluruh target pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan tersebut.
“Keberhasilan Program TMMD tidak hanya bergantung pada kerja keras Satgas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dipelihara agar seluruh sasaran pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat Desa Bokimaake terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Sejumlah warga secara sukarela datang ke lokasi untuk membantu berbagai pekerjaan fisik yang menjadi sasaran TMMD. Mereka bekerja bersama personel TNI tanpa memandang perbedaan profesi maupun latar belakang.
Kebersamaan yang terjalin di lapangan menjadi gambaran nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan desa. Selain mempercepat proses pengerjaan, keterlibatan warga juga memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi pelaksanaan TMMD.
Program TMMD ke-129 di Kecamatan Wasile Tengah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi desa sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui pelaksanaan TMMD, TNI bersama pemerintah daerah berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan sejak hari pertama, pelaksanaan TMMD ke-129 diharapkan mampu menyelesaikan seluruh sasaran tepat waktu sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.