Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (16/7/2026). Bertempat di Kantor Gubernur DIY, pertemuan bilateral yang santai ini diawali dengan sesi makan siang bersama dengan menu yang menggugah selera.
“Gulai kambing (makan), kambing guling dipotong kering enak banget, ada ayam, ada daging steak sama masakan sini,” cerita Purbaya dengan antusias kepada awak media. “Enak kan, mau ikut? Lain kali ikut saja,” selorohnya sambil bercanda.
Bahas Inovasi Transportasi Hijau di Kota Pelajar
Agenda kedatangan Menkeu Purbaya ke Yogyakarta kali ini bukan sekadar ramah tamah biasa. Kehadirannya di Kota Gudeg tersebut adalah untuk mendampingi Sri Sultan HB X meresmikan operasional becak kayuh listrik—sebuah inovasi transportasi ramah lingkungan yang ramah bagi wisatawan.
Menariknya, Purbaya tampil totalitas menghormati budaya lokal. Mengenakan kemeja batik lengkap dengan blangkon khas Jawa di kepalanya, Menkeu tampak santai berjalan menuju bus heritage yang memboyong rombongannya menuju lokasi peresmian di Alun-alun Kidul.
“Mau nemenin Pak Sultan mau meresmikan becak listrik di Jogja,” ucap Purbaya.
Jagokan Argentina dan Sentimen Ekonomi Piala Dunia 2026
Di sela-sela berjalan kaki santai menuju bus, Purbaya juga sempat meladeni pertanyaan acak wartawan seputar demam Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung. Meski mengaku bukan penggila bola sejati, ia memiliki tim jagoan tersendiri.
“Saya bukan penggemar bola, tapi lebih suka Argentina,” akunya singkat.
Di luar urusan skor pertandingan, sebagai Menteri Keuangan, Purbaya melihat gelaran Piala Dunia dari kacamata ekonomi makro dan mikro. Ia menilai euforia sepak bola global ini sukses menggerakkan ekonomi akar rumput di Indonesia lewat menjamurnya agenda nonton bareng (nobar).
Menurutnya, aktivitas nobar membuat warung makan kecil hingga mal-mal ramai pengunjung, bahkan industri kreatif seperti pembuatan kaus timnas juga ketiban untung.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa fokus utama pemerintah tetaplah memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui program-program jangka panjang yang produktif.
“Memang itu (Piala Dunia) membantu, tapi tidak banyak. Yang penting program kita mendorong ekonomi dalam negeri. Program-program seperti (becak listrik) ini yang akan terus kita kembangkan di kota-kota lain,” pungkasnya menutup perbincangan.