JAKARTA– Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) menunjukkan penghormatan dan solidaritas kepada Pemerintah Qatar dengan menyampaikan belasungkawa secara langsung atas wafatnya Emir Qatar periode 1995–2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Kunjungan ke Kedutaan Besar Qatar di Jakarta menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Qatar yang selama ini terjalin di berbagai bidang.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Jazuli Juwaini, memimpin langsung rombongan yang mendatangi Kedutaan Besar Negara Qatar di Jakarta pada Senin (14/7). Rombongan diterima oleh Duta Besar Negara Qatar untuk Republik Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Dalam kunjungan tersebut, Jazuli Juwaini didampingi Ketua Majelis Amanah PB MA KH. Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa PB MA KH. Syibli Sarjaya, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan KH. Zaenal Abidin Suja’i, serta Bendahara Umum PB MA H. Ulfi Khadafi.
Momentum itu dimanfaatkan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Jazuli menandatangani buku duka cita yang disediakan Kedutaan Besar Qatar sekaligus menyampaikan pesan belasungkawa kepada keluarga almarhum, Pemerintah Qatar, dan seluruh masyarakat Qatar.
Selain mengisi buku duka cita, Kedutaan Besar Qatar juga meminta Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar menyampaikan pesan belasungkawa melalui rekaman video sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pemimpin yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi negaranya maupun dunia Islam.
Dalam pesannya, Jazuli menyampaikan ucapan belasungkawa atas nama pribadi, sebagai anggota DPR RI, sekaligus mewakili keluarga besar PB Mathla’ul Anwar.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Yang Mulia Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah Swt. mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Jazuli.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Qatar, dan seluruh rakyat Qatar diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Belasungkawa kami ucapkan untuk keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Qatar, dan seluruh rakyat Qatar. Semoga mereka dapat mewarisi seluruh kebaikan yang telah beliau tinggalkan,” lanjutnya.
Kenang Peran Sheikh Hamad bagi Dunia Islam dan Hubungan Indonesia-Qatar
Dalam kesempatan tersebut, Jazuli mengenang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani sebagai tokoh yang membawa perubahan besar bagi Qatar selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, almarhum tidak hanya berperan dalam mendorong kemajuan negaranya, tetapi juga aktif memperkuat kontribusi Qatar terhadap dunia Islam, isu-isu kemanusiaan global, hingga hubungan persahabatan dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia menilai warisan kepemimpinan Sheikh Hamad menjadi fondasi penting bagi berkembangnya hubungan bilateral Indonesia-Qatar yang selama ini berlangsung positif di berbagai sektor.
Menurut Jazuli, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintahan, tetapi juga diperkuat oleh hubungan antarmasyarakat, organisasi keagamaan, pendidikan, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Simbol Solidaritas dan Persaudaraan Antarnegara
Kunjungan PB Mathla’ul Anwar ke Kedutaan Besar Qatar menjadi bentuk nyata empati sekaligus penghormatan kepada negara sahabat yang tengah berduka. Kehadiran jajaran pimpinan organisasi Islam tersebut juga mencerminkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan lintas negara yang telah lama terjalin.
Langkah itu sekaligus mempertegas komitmen PB Mathla’ul Anwar dalam membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat, khususnya di dunia Islam, melalui pendekatan persaudaraan, diplomasi kemanusiaan, dan saling menghormati.
Di tengah suasana duka, kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa hubungan Indonesia dan Qatar tidak hanya dibangun atas kepentingan diplomatik semata, tetapi juga dilandasi nilai solidaritas, penghormatan, dan persaudaraan yang terus dijaga oleh berbagai elemen masyarakat kedua negara.