JAKARTA – Banyak orang mengira zat karsinogen hanya berasal dari asap rokok. Padahal, sejumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat mengandung atau membentuk senyawa karsinogen jika diolah maupun disimpan dengan cara yang tidak tepat.
- Makanan yang Berpotensi Mengandung Zat Karsinogen
- 1. Daging atau Ikan yang Dibakar hingga Gosong
- 2. Sosis, Bacon, Nugget, dan Daging Olahan
- 3. Kentang Goreng, Keripik, dan Makanan yang Digoreng atau Dipanggang Terlalu Lama
- 4. Kacang-Kacangan, Jagung, atau Bahan Makanan yang Berjamur
- Cara Mengurangi Paparan Zat Karsinogen dari Makanan
- Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Menurunkan Risiko Kanker
Meski demikian, mengonsumsi makanan tersebut sesekali bukan berarti langsung menyebabkan kanker. Risiko umumnya meningkat apabila paparan terjadi secara berulang dalam jangka panjang dan dibarengi pola hidup yang tidak sehat.
Karsinogen adalah zat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker dengan cara merusak DNA atau memicu perubahan pada sel tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC),
berbagai faktor dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kebiasaan makan, metode pengolahan makanan, serta paparan zat kimia tertentu.
Makanan yang Berpotensi Mengandung Zat Karsinogen
Beberapa jenis makanan diketahui berpotensi mengandung atau membentuk zat karsinogen jika diolah maupun disimpan dengan cara yang tidak tepat. Berikut beberapa di antaranya.
1. Daging atau Ikan yang Dibakar hingga Gosong
Saat daging dimasak pada suhu sangat tinggi, terutama di atas bara api, dapat terbentuk senyawa heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Kedua senyawa tersebut telah lama diteliti karena berpotensi meningkatkan risiko kanker apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi bagian daging atau ikan yang hangus atau menghitam.
2. Sosis, Bacon, Nugget, dan Daging Olahan
Daging olahan mengandung bahan pengawet seperti nitrit dan nitrat yang dapat membentuk senyawa nitrosamin. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen bagi manusia (Group 1) karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Meski begitu, bukan berarti semua orang yang mengonsumsinya akan terkena kanker. Risiko meningkat apabila makanan tersebut dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan.
3. Kentang Goreng, Keripik, dan Makanan yang Digoreng atau Dipanggang Terlalu Lama
Makanan tinggi pati yang dimasak pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan akrilamida. Senyawa ini terbentuk secara alami saat proses penggorengan, pemanggangan, atau penyangraian, terutama ketika makanan berubah menjadi cokelat tua hingga gosong. Untuk mengurangi risikonya, disarankan memasak makanan hingga matang secukupnya dan menghindari bagian yang terlalu kering atau hangus.
4. Kacang-Kacangan, Jagung, atau Bahan Makanan yang Berjamur
Makanan yang telah ditumbuhi jamur berisiko mengandung aflatoksin, yaitu racun alami yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Paparan aflatoksin dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker hati. Jika menemukan kacang, jagung, atau bahan pangan lain yang berjamur, sebaiknya buang seluruh bagian makanan tersebut karena racunnya dapat menyebar meskipun jamur hanya terlihat di sebagian permukaan.
Cara Mengurangi Paparan Zat Karsinogen dari Makanan
Meski beberapa makanan di atas berpotensi mengandung zat karsinogen, bukan berarti masyarakat harus menghindarinya sepenuhnya. Yang lebih penting adalah menerapkan pola konsumsi yang seimbang dan memilih metode memasak yang lebih sehat.
Daging, misalnya, tetap menjadi sumber protein yang baik apabila dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa sampai hangus. Hindari penggunaan suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama, balik daging secara berkala saat dipanggang, dan buang bagian yang sudah gosong sebelum dikonsumsi.
Selain itu, pastikan bahan makanan disimpan di tempat yang kering dan bersih agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Jangan mengonsumsi bahan pangan yang sudah berbau, berubah warna, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Menurunkan Risiko Kanker
Selain memperhatikan makanan, pencegahan kanker juga perlu dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein rendah lemak karena kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker.
Pada akhirnya, keberadaan zat karsinogen dalam makanan bukan berarti makanan tersebut pasti menyebabkan kanker. Risiko dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari frekuensi konsumsi, jumlah paparan, cara pengolahan, kondisi kesehatan, hingga gaya hidup secara keseluruhan.
Dengan memilih bahan makanan yang baik dan mengolahnya secara benar, risiko paparan zat karsinogen dapat diminimalkan. (ACH)