JAKARTA – Mandi malam sering dianggap sebagai kebiasaan yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya rematik. Anggapan tersebut bahkan masih banyak dipercaya hingga sekarang, terutama jika mandi dilakukan menggunakan air dingin.
Namun, benarkah mandi malam bisa menyebabkan rematik?
Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi pada malam hari secara langsung menyebabkan seseorang mengalami rematik. Kementerian Kesehatan juga menyebut belum ada penelitian yang membuktikan mandi malam secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.
Rematik Bukan Disebabkan Mandi Malam
Istilah rematik sebenarnya digunakan untuk menyebut berbagai kondisi yang menyerang sendi, otot, maupun jaringan di sekitarnya. Salah satu jenis yang cukup dikenal adalah rheumatoid arthritis (RA).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan peradangan pada sendi.
Penyebab pasti rheumatoid arthritis hingga kini belum diketahui. Namun, sejumlah faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti faktor genetik, merokok, obesitas, usia, dan jenis kelamin.
Artinya, mandi malam bukan penyebab langsung seseorang terkena rheumatoid arthritis.
Lalu Kenapa Mandi Malam Kadang Bikin Sendi Terasa Ngilu?
Mandi menggunakan air dingin memang dapat membuat sebagian orang merasa tubuh lebih dingin atau persendian terasa kurang nyaman. Kondisi tersebut berbeda dengan menyebabkan penyakit rematik.
Pada orang yang memang sudah mengalami arthritis, perubahan suhu atau cuaca tertentu dapat membuat rasa nyeri dan kaku pada sendi terasa lebih kuat. Namun, hal tersebut tidak berarti suhu dingin menyebabkan penyakit arthritis muncul dari awal.
Karena itu, seseorang mungkin merasa lutut atau persendiannya lebih ngilu setelah terkena udara atau air dingin, tetapi sensasi tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda terkena rematik.
Apa Saja Faktor Risiko Rematik?
Menurut CDC, risiko arthritis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, hingga cedera sendi dapat berhubungan dengan munculnya beberapa jenis arthritis.
Khusus rheumatoid arthritis, WHO menyebut merokok dan obesitas sebagai beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko. Faktor genetik dan usia juga berperan dalam kemungkinan seseorang mengalami penyakit tersebut.
Jadi, menyalahkan kebiasaan mandi malam sebagai penyebab utama rematik tidak sesuai dengan faktor risiko yang telah diketahui secara medis.
Boleh Mandi Malam?
Pada dasarnya, mandi malam bukan sesuatu yang otomatis berbahaya bagi tubuh. Kementerian Kesehatan menyebut mandi malam dapat dilakukan, dengan kondisi dan suhu air yang disesuaikan dengan keadaan tubuh. Mandi menggunakan air hangat juga dapat memberikan rasa nyaman dan membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tubuh. Jika seseorang baru selesai melakukan aktivitas fisik berat, sebaiknya memberi waktu bagi tubuh untuk melakukan pendinginan sebelum mandi, terutama jika ingin menggunakan air yang sangat dingin.
Jadi, Mandi Malam Bikin Rematik?
Jawabannya tidak terbukti.
Mandi malam, termasuk mandi menggunakan air dingin, tidak terbukti menjadi penyebab langsung rheumatoid arthritis. Jika setelah mandi malam tubuh terasa pegal atau persendian terasa ngilu, kondisi tersebut belum tentu berarti seseorang terkena rematik.
Yang lebih penting adalah memperhatikan gejala yang berlangsung terus-menerus. Nyeri, kaku, bengkak, hangat, atau kemerahan pada beberapa sendi yang menetap sebaiknya diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.
Dengan demikian, anggapan “sering mandi malam bikin rematik” lebih tepat disebut sebagai mitos. Mandi malam bukan faktor penyebab langsung rematik, sementara penyakit sendi memiliki berbagai faktor risiko dan mekanisme yang jauh lebih kompleks.