JAKARTA – Cesc Fabregas mendapat pengakuan besar setelah dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025/2026.
Penghargaan tersebut menjadi buah dari keberhasilan Fabregas mengantar Como finis di posisi keempat dan merebut tiket Liga Champions.
Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menerima penghargaan dalam ajang Gran Gala del Calcio AIC.
Prestasi Fabregas terasa istimewa karena Como sebelumnya bukan klub yang rutin bersaing di papan atas sepak bola Italia.
Perjalanan Fabregas bersama Como bahkan dimulai ketika dirinya masih berstatus pemain klub tersebut di Serie B.
Setelah mengakhiri karier bermain pada musim panas 2023, Fabregas kemudian dipercaya menangani Como sebagai pelatih interim.
Ia ikut berperan dalam perjalanan Como hingga akhirnya klub tersebut berhasil promosi ke Serie A.
Setelah mendapat kendali penuh, Fabregas perlahan membentuk gaya bermain Como dengan identitas taktik yang semakin kuat.
Hasil kerja tersebut langsung terlihat ketika Como mampu menempati posisi ke-10 pada musim pertama mereka di Serie A 2024/2025.
Performa Como kemudian melonjak drastis pada musim berikutnya dengan mengakhiri kompetisi di peringkat keempat.
“Perkembangan tersebut berlanjut secara signifikan pada musim berikutnya.”
“Como secara mengejutkan mampu mengakhiri kompetisi di peringkat keempat dan memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya,” kata laporan Gran Gala del Calcio AIC dalam akun X resminya, Kamis, 3 September 2026.
Keberhasilan itu sekaligus membuat Como mampu menembus dominasi klub-klub mapan yang selama ini menguasai persaingan papan atas Serie A.
Fabregas pun menunjukkan bahwa pelatih muda dapat membawa perubahan besar ketika didukung proyek klub yang memiliki arah jelas.
Como juga memperlihatkan tanda-tanda konsisten pada awal musim baru Serie A 2026/2027.
Tim asuhan Fabregas membuka kompetisi dengan bermain imbang 1-1 di kandang Udinese.
Como kemudian meraih kemenangan penting 2-1 ketika menghadapi Napoli dalam pertandingan berikutnya.
Salah satu kekuatan proyek Fabregas terletak pada keberaniannya memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil dan berkembang.
Nico Paz menjadi contoh paling menonjol dari kebijakan tersebut setelah mendapatkan peran penting dalam skema permainan Como.
Paz mencatat 40 penampilan di seluruh kompetisi musim lalu dengan torehan 13 gol dan delapan assist.
Kini, tantangan terbesar Fabregas adalah membawa Como bersaing di panggung Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Como akan menghadapi delapan pertandingan pada fase liga Liga Champions dengan sejumlah lawan berstatus raksasa Eropa.
Di kandang, Como dijadwalkan bertemu Paris Saint-Germain, Manchester United, Leipzig, dan AEK Athena di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Sementara itu, Como harus bertandang menghadapi Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan Lens dalam rangkaian pertandingan fase liga.
Fabregas juga menunjukkan keseriusan klub menghadapi persaingan tersebut melalui pergerakan agresif di bursa transfer.
Como memperkuat skuad dengan mendatangkan Robert Sanchez dari Chelsea serta Trevoh Chalobah untuk menambah kualitas tim.
Setelah mengantar Como ke Liga Champions, Fabregas kini menghadapi pekerjaan penting untuk menjaga performa tim di Serie A.
Pertandingan melawan Genoa pada Jumat menjadi ujian berikutnya bagi Como untuk melanjutkan tren positif di awal musim.***