JAKARTA – Duel panas Al Nassr kontra Al Hilal pada Saudi Pro League 2026/2027 berpotensi tidak digelar di Al Awwal Park seperti jadwal awal.
Pertandingan yang dijadwalkan pada 11 Desember 2026 itu diarahkan untuk berlangsung di King Fahd Sports City Stadium, Riyadh.
Perubahan venue tersebut berkaitan dengan persiapan Arab Saudi menyambut Piala Asia 2027 yang akan digelar pada Januari hingga Februari.
Laporan Arriyadiyah menyebut Kementerian Olahraga Saudi meminta liga melakukan koordinasi untuk memindahkan pertandingan tersebut.
Mengutip laporan World Soccer Talk, Kamis (3/9/2026), King Fahd Sports City Stadium akan digunakan sebagai lokasi “uji operasional” sebelum menjadi salah satu stadion Piala Asia 2027.
Pengujian tersebut mencakup kesiapan lapangan, pencahayaan, papan skor, arus penonton, pengelolaan kerumunan dan fasilitas stadion.
Stadion itu dijadwalkan menggelar empat pertandingan Piala Asia 2027, termasuk partai final turnamen tersebut.
Bagi Al Nassr, perpindahan venue berpotensi mengurangi keuntungan bermain di kandang saat menghadapi rival sekota mereka.
Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya sebelumnya dijadwalkan menjamu Al Hilal di Al Awwal Park sebagai bagian dari pekan ke-17 Saudi Pro League.
Meski stadion berubah, Al Nassr tetap diproyeksikan mempertahankan hak administratif sebagai tim tuan rumah.
Liga Saudi disebut akan berkomunikasi dengan Al Nassr untuk mengatur berbagai kebutuhan pertandingan setelah keputusan pemindahan ditetapkan.
Al Hilal Punya Catatan Positif di King Fahd
Perpindahan stadion menjadi perhatian karena King Fahd Sports City Stadium memiliki sejarah yang cukup menguntungkan bagi Al Hilal.
Sejak kedatangan Ronaldo ke Arab Saudi, Al Nassr dan Al Hilal telah dua kali bertemu di stadion tersebut.
Dalam dua pertemuan itu, Al Hilal selalu keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 dan 3-0.
Catatan tersebut membuat perubahan venue berpotensi menghadirkan tekanan tambahan bagi Ronaldo ketika menghadapi rival terbesar Al Nassr.
Kapasitas Stadion Bertambah
King Fahd Sports City Stadium tengah menjalani pengembangan menjelang Piala Asia 2027 dengan kapasitas yang diproyeksikan meningkat dari sekitar 58.398 menjadi 70.200 penonton.
Dengan kapasitas lebih besar, pertandingan derby Riyadh berpeluang menghadirkan atmosfer penonton yang jauh lebih masif.
Namun, Al Nassr harus memastikan distribusi tiket tetap memberikan porsi maksimal bagi pendukung mereka sebagai tim yang berstatus tuan rumah.
Al Awwal Park Selama Ini Jadi Benteng Ronaldo
Al Nassr memiliki alasan kuat untuk mempertahankan laga besar tersebut di Al Awwal Park berdasarkan performa kandang mereka musim sebelumnya.
Pada Saudi Pro League 2025/2026, Al Nassr menjadi tim dengan rekor kandang terbaik setelah mengoleksi 15 kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Dari 17 pertandingan kandang, Al Nassr mengumpulkan 46 poin dan menempatkan Al Awwal Park sebagai salah satu benteng terkuat di kompetisi.
Situasi itu membuat perubahan venue menjadi lebih dari sekadar persoalan teknis karena dapat mengurangi keuntungan psikologis Al Nassr.
Ronaldo pun menghadapi tantangan tambahan ketika Al Nassr berusaha mempertahankan ambisi merebut gelar Saudi Pro League 2026/2027.
Menariknya, Al Nassr dan Al Hilal sama-sama mengawali musim dengan catatan sempurna setelah memenangkan empat pertandingan pertama.
Persaingan kedua klub tersebut sejak awal musim kembali menempatkan derby Riyadh sebagai salah satu laga paling menentukan dalam perburuan gelar.
Dengan venue yang berpotensi berubah, perhatian kini tertuju pada kemampuan Al Nassr mempertahankan dominasi kandang meski harus bermain di stadion berbeda.***