Deru sirine ambulans terus bersahut-sahutan di kawasan Mojosongo, Jebres, Solo, pada Kamis (3/9/2026) siang. Armada medis dikerahkan secara intensif untuk memindahkan puluhan warga kelompok rentan—khususnya lansia dan balita—ke Pendopo Kelurahan Mojosongo setelah permukiman mereka terkepung asap tebal dampak kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.
Paparan racun asap yang bersumber dari tumpukan sampah terbakar sejak Rabu (2/9/2026) malam tersebut memicu gangguan pernapasan massal pada warga RT 02 dan RT 03/RW 39 Kelurahan Mojosongo.
Salah seorang warga terdampak, Painah (72), menceritakan kepanikan saat asap pekat mulai merangsek masuk ke dalam rumahnya yang berjarak sangat dekat dari titik api.
“Pusing, agak sesak napas. Ini baru saja dikasih obat dan dievakuasi pakai ambulans puskesmas. Semalam api makin besar di sebelah rumah, baunya bukan main dan panasnya bikin susah tidur. Saya bahkan tidak punya masker untuk bertahan,” tutur Painah penuh kecemasan saat ditemui di pengungsian, Kamis (3/9/2026).
Pengungsian Utama Mulai Overkapasitas
Camat Jebres, Daryono, mengonfirmasi bahwa kepulan asap pekat mulai mengepung kawasan perumahan warga secara masif sejak siang hari akibat perubahan arah angin. Pemerintah setempat bersama tim relawan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas bergerak cepat menjemput warga yang semula sempat bertahan di rumah masing-masing.
Mengingat kapasitas Pendopo Kelurahan Mojosongo yang sudah berstatus penuh (overcapacity), pihak kecamatan kini bergegas menyiapkan lokasi pengungsian cadangan.
“Kami sudah siapkan tempat pengungsian kedua di Gedung Pondok Boro milik RW setempat untuk menampung armada pengungsi susulan. Warga tidak perlu khawatir dengan rumah yang ditinggalkan, karena personel TNI, Polri, hingga Linmas disiagakan penuh untuk menjaga keamanan lingkungan,” jelas Daryono.
73 Korban Dievakuasi, Logistik dan Tabung Oksigen Disiagakan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, merinci bahwa data sementara mencatat sedikitnya 73 warga kelompok rentan telah berhasil dievakuasi ke posko darurat.
“Sebagian besar warga mengeluhkan sesak napas dan ketidaknyamanan ekstrem akibat asap pekat. Tim Puskesmas, PMI, dan BPBD sudah berada di lokasi untuk memberikan penanganan medis primer, ketersediaan tabung oksigen, serta jaminan logistik,” terang Budi.
Sementara itu, proses pemadaman di lokasi TPA Putri Cempo masih berlangsung sengit. Titik api di Blok D sisi timur dilaporkan masih berkobar dan terus memproduksi asap tebal yang pergerakannya sangat bergantung pada hembusan angin.
Guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) lintas daerah se-Soloraya—termasuk bantuan armada dari Kabupaten Wonogiri dan Karanganyar—telah diterjunkan ke lokasi kejadian.