Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait sorotan tajam masyarakat mengenai kehadiran seorang prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang mendampinginya dalam ajang kontes kecantikan transgender, Miss Equality World 2026, di Bangkok, Thailand.
Arya mengonfirmasi bahwa prajurit TNI AL tersebut merupakan ajudan pribadinya yang telah bertugas melakukan pengawalan melekat selama satu tahun terakhir.
“Itu ajudan saya, sudah satu tahun mendampingi. Beliau memang anggota TNI AL. Penugasan itu murni pengamanan karena situasi di Thailand sedang kurang kondusif—marak ancaman penembakan hingga ledakan bom. Jadi beliau murni menjalankan tugas mengawal saya, tidak ada kaitannya dengan konten acara tersebut,” jelas Arya kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Alasan Kehadiran: Menerima Penghargaan Pariwisata Bali
Menanggapi kritik publik atas kehadirannya di acara tersebut, Arya menegaskan bahwa dirinya bertolak ke Bangkok bukan dalam kapasitas sebagai wakil rakyat di DPD RI, melainkan sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia serta tokoh pariwisata dan budaya Bali.
Arya menceritakan, keterlibatannya bermula dari audiensi panitia MS Organization di kediamannya di Jembrana pada pertengahan tahun ini. Organisasi internasional yang bergerak di 15 negara tersebut berniat memberikan penghargaan atas keberhasilan pariwisata Bali.
Rangkaian acara puncak yang berlangsung pada 30 Agustus 2026 tersebut diisi dengan kunjungan ke sarana ibadah, pameran budaya, hingga penyerahan apresiasi.
“Tim mereka membuat video apresiasi tentang keberhasilan pariwisata Bali. Saya hadir mewakili Bali untuk menerima penghargaan tersebut tanpa memberikan pidato. Setelah menerima, saya langsung pamit. Jadi saya datang atas undangan lembaga sosial (charity),” ungkap Arya.
Lanal Denpasar Periksa Prajurit TNI AL
Meskipun Arya Wedakarna telah memberikan klarifikasi, keterlibatan pengawalan prajurit aktif dalam acara tersebut tetap memicu tindakan internal dari institusi TNI AL.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan dan pendalaman intensif terhadap prajurit bersangkutan.
“Terkait pemberitaan yang viral tersebut, kami dari pihak Lanal Denpasar sedang mempelajari dan mendalami penugasannya secara internal,” tegas Kolonel Ary saat ditemui di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9/2026).