JAKARTA – Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72), akhirnya tiba di Thailand setelah menjalani penugasan panjang selama 286 hari.
Kapal tersebut berlabuh di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, pada Rabu, 2 September 2026. Kedatangan ini menjadi kunjungan pelabuhan penuh pertama USS Abraham Lincoln sejak memulai penugasannya pada November 2025.
Kunjungan ke Thailand menjadi kesempatan bagi ribuan personel yang berada dalam kelompok tempur kapal induk tersebut untuk beristirahat setelah menjalani operasi panjang di laut.
Berbulan-bulan Tanpa Singgah di Pelabuhan
USS Abraham Lincoln merupakan bagian dari Abraham Lincoln Carrier Strike Group. Dalam penugasan kali ini, kapal induk tersebut menghabiskan waktu berbulan-bulan menjalankan operasi di kawasan Timur Tengah.
Menurut Angkatan Laut AS, kelompok tempur tersebut menghabiskan hampir tujuh bulan di wilayah operasi Komando Pusat AS atau U.S. Central Command.
Selama periode tersebut, kelompok tempur USS Abraham Lincoln terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk mendukung Operation Epic Fury serta operasi blokade laut yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade.
Panjang penugasan membuat kunjungan ke Thailand menjadi momen penting bagi para awak kapal. Komandan Carrier Strike Group 3, Rear Adm. Robert E. Loughran, menyebut kedatangan di Laem Chabang memberikan kesempatan bagi para pelaut dan marinir untuk beristirahat dan memulihkan kondisi.
Hampir 5.000 Personel Ikut Tiba
Kapal induk USS Abraham Lincoln membawa ribuan personel dalam penugasannya. Secara keseluruhan, sekitar 5.000 pelaut dan marinir dari kelompok tempur tersebut mendapat kesempatan untuk beristirahat di kawasan Pattaya.
Selain USS Abraham Lincoln, sejumlah kapal yang tergabung dalam kelompok tempur juga melakukan kunjungan ke wilayah Thailand.
USS Frank E. Petersen Jr. berlabuh di Sriracha, sementara USS Robert Smalls melakukan kunjungan terjadwal di Map Ta Phut. Pesawat dan personel dari Carrier Air Wing 9 juga menjadi bagian dari kelompok tersebut.
Thailand Jadi Tempat Istirahat Awak Kapal
Setelah berbulan-bulan berada di laut, para personel AS akan menghabiskan waktu di kawasan Pattaya untuk beristirahat dan menikmati waktu di daratan.
Kedatangan mereka juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat karena ribuan personel diperkirakan akan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan bisnis lokal.
Pattaya sendiri merupakan salah satu destinasi wisata utama Thailand yang berada sekitar 100 kilometer di tenggara Bangkok. Kota tersebut memiliki sejarah panjang sebagai tempat persinggahan personel militer AS sejak era Perang Vietnam.
Pemerintah setempat pun meningkatkan pengamanan selama kunjungan berlangsung dan mengarahkan para personel untuk menikmati berbagai aktivitas wisata serta menghormati aturan dan budaya setempat.
Misi Panjang Berakhir dengan Singgah di Thailand
Kedatangan USS Abraham Lincoln di Thailand bukan sekadar kunjungan rutin. Setelah 286 hari menjalani penugasan, persinggahan tersebut menjadi kesempatan bagi awak kapal untuk beristirahat sekaligus menandai salah satu tahapan penting dalam perjalanan panjang kelompok tempur tersebut.
Angkatan Laut AS menyebut kunjungan ini juga menunjukkan hubungan pertahanan yang telah lama terjalin antara Washington dan Bangkok.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Thailand, kelompok tempur USS Abraham Lincoln akan kembali melanjutkan perjalanan sesuai jadwal penugasannya.