WASHINGTON, AS — Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat Dan Driscoll mengajukan pengunduran diri setelah muncul laporan mengenai perselisihan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Keputusan tersebut menambah gejolak dalam struktur kepemimpinan militer AS di tengah masih berlangsungnya konflik di Timur Tengah.
Kabar pengunduran diri Driscoll mencuat setelah Wall Street Journal melaporkannya pada Selasa (1/9/2026). Gedung Putih tidak membantah informasi tersebut ketika dikonfirmasi mengenai langkah politikus sekaligus veteran Angkatan Darat itu.
Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly justru menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Driscoll selama menduduki posisi tersebut. Menurut Kelly, Driscoll telah menjalankan agenda Presiden Donald Trump di Departemen Angkatan Darat secara efektif.
“Driscoll sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk ‘Membuat Amerika Kuat Kembali’ (Make America Strong Again) di Departemen Angkatan Darat,” kata Kelly.
Kelly juga menyoroti peran Driscoll dalam memperkuat kesiapan tempur Angkatan Darat AS. Selain menjalankan agenda pertahanan, Driscoll disebut terlibat dalam upaya diplomasi yang berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina.
“Kepemimpinan luar biasa Driscoll terlihat selama operasi militer AS, termasuk memulihkan penekanan pada kesiapan dan daya hancur, membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina, serta banyak hal lainnya,” ujar Kelly.
Menurut dia, kinerja Driscoll turut memperkuat posisi Angkatan Darat AS. Kelly menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama Driscoll dengan Presiden Trump sebagai Panglima Tertinggi dan Menhan Pete Hegseth.
Meski mendapat pujian dari Gedung Putih, perjalanan Driscoll di Pentagon diwarnai ketegangan dengan Hegseth. Keduanya dilaporkan memiliki perbedaan pandangan yang kemudian berkembang menjadi perselisihan tajam di lingkungan Departemen Pertahanan AS.
Driscoll sebelumnya dikenal memiliki hubungan politik yang cukup kuat di lingkaran pemerintahan Trump. Ia merupakan mantan rekan satu angkatan Wakil Presiden JD Vance ketika menempuh pendidikan hukum.
Sebelum masuk pemerintahan, Driscoll juga memiliki pengalaman sebagai veteran Angkatan Darat AS. Ia pernah bertugas dalam perang Irak dan kemudian terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota Kongres pada 2020, meski gagal memenangkan pemilihan.
Karier politiknya berlanjut ketika ia bergabung sebagai penasihat dalam tim kampanye Donald Trump pada Pemilu Presiden AS 2024. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya ke posisi Menteri Angkatan Darat.
Jika pengunduran dirinya diterima secara resmi, Driscoll akan menjadi salah satu pejabat senior militer yang meninggalkan pemerintahan Trump di tengah dinamika kepemimpinan Pentagon.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena posisi Menteri Angkatan Darat memiliki peran penting dalam struktur sipil yang mengawasi salah satu matra utama militer AS. Di sisi lain, kepemimpinan militer aktif Angkatan Darat juga tengah menghadapi persoalan serupa.
Sebelumnya, Hegseth mencopot Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada April 2026. Hingga kini, menurut informasi dalam laporan tersebut, posisi strategis itu belum diisi secara definitif.
Kondisi tersebut membuat perubahan pada jajaran pimpinan Angkatan Darat AS berlangsung ketika militer Amerika masih menghadapi sejumlah tantangan operasi di luar negeri. Salah satunya adalah konflik di kawasan Timur Tengah dengan Iran yang disebut telah memasuki bulan ketujuh.
Pengunduran diri Driscoll pun menambah sorotan terhadap stabilitas kepemimpinan di lingkungan Angkatan Darat AS. Namun, Gedung Putih sejauh ini memilih menekankan rekam jejak dan kontribusinya selama menjalankan tugas dibanding mengomentari perselisihan internal yang disebut menjadi latar belakang keputusannya.