JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) kembali membuka pendaftaran SMK Go Global Gelombang 3 mulai 1 hingga 11 September 2026.
Program ini menawarkan pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri bekerja di luar negeri.
Pendaftaran Gelombang 3 tersedia melalui 20 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di berbagai daerah.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengingatkan masyarakat agar segera memanfaatkan masa pendaftaran sebelum ditutup.
“Di batch 1 (gelombang 1 dan 2) ini, kami masih membuka untuk gelombang 3 nanti.”
“Jadi gelombang 3 ini, teman-teman, penting sekali, mulai kemarin, 1-11 September, di 20 BP3MI, dibukalah pendaftaran untuk gelombang 3 ini,” ujar Christina dalam konferensi pers, Rabu (2/9).
Informasi lengkap terkait jadwal, mekanisme pendaftaran, dan persyaratan tersedia melalui media sosial resmi Kementerian P2MI serta BP3MI di wilayah masing-masing.
Christina menilai SMK Go Global menjadi salah satu fasilitas pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh akses kerja luar negeri melalui jalur yang lebih aman.
“Program SMK Go Global ini merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah, agar masyarakat bisa mengakses peluang kerja di luar negeri, secara aman,” katanya.
Program tersebut sebelumnya diluncurkan pada 26 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan calon pekerja migran.
Pada pendaftaran Gelombang 1 dan 2, tercatat 14.523 orang mendaftar untuk mengikuti program tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan mengikuti pelatihan yang berlangsung dalam 167 kelas di 20 BP3MI.
Syarat Utama SMK Go Global
Kesediaan bekerja di luar negeri menjadi salah satu ketentuan paling penting bagi calon peserta program SMK Go Global.
“Yang paling pertama dan utama adalah, kesediaan untuk bekerja luar negeri,” imbuhnya.
P2MI menemukan sebagian pendaftar pada gelombang sebelumnya hanya menganggap program tersebut sebagai kesempatan meningkatkan keterampilan.
“Jadi ternyata banyak dari pendaftar yang mereka belum tahu, kalau mereka tuh nanti harus mau kerja di luar negeri. Mereka pikir, ah, kesempatan up skilling, bagus, tapi tidak ada intensi bekerja luar negeri, otomatis gugur,” jelasnya.
Karena itu, calon peserta perlu memahami sejak awal bahwa pelatihan tersebut memang diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja menuju pasar kerja internasional.
Peserta juga diwajibkan memperoleh persetujuan orang tua, wali, suami, atau istri sebelum mengikuti rangkaian program.
Persetujuan keluarga dinilai penting agar peserta memiliki kesiapan mental dan dukungan keluarga ketika nantinya bekerja di luar negeri.
“Di sini kita tidak main-main, ini program ini dikelola secara profesional, kamu dilatih, kamu harus siap bekerja di luar negeri,” katanya.
Pelatihan Gratis dan Fasilitas Peserta
Pelatihan SMK Go Global berlangsung secara tatap muka dengan pilihan sistem boarding atau non-boarding sesuai kebutuhan dan kondisi peserta.
Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah sehingga peserta tidak perlu membayar biaya pendidikan selama mengikuti program.
Peserta juga memperoleh fasilitas makan tiga kali sehari selama menjalani pelatihan sesuai ketentuan program.
Selain fasilitas tersebut, pemerintah menyediakan uang saku yang diberikan setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendorong peserta mengikuti pelatihan secara penuh hingga program berakhir.
“Uang saku itu diberikan di akhir, karena kita tidak mau nanti hanya beberapa hari, lalu enggak ini ya, jadi harus betul-betul selesai dulu programnya,” tegasnya.
Bukan Hanya untuk Lulusan SMK
Meski menggunakan nama SMK Go Global, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan.
Masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan D3, S1, hingga S2 juga berkesempatan mengikuti program tersebut.
“Pesertanya bisa siapa saja. Masyarakat umum juga dimungkinkan untuk menjadi peserta, lulusan D3, S1, S2, kalau punya aspirasi bekerja ke luar negeri, ini menjadi sarana yang sangat baik untuk itu,” pungkas Christina.
Dengan cakupan peserta yang luas, SMK Go Global diharapkan menjadi salah satu jalur persiapan tenaga kerja Indonesia untuk memasuki pasar kerja internasional secara lebih terarah.***