JAKARTA – Serangan militer Israel kembali menelan korban sipil di Jalur Gaza meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Seorang ibu Palestina bersama tiga putrinya dan seorang putranya tewas setelah rumah mereka dibom di Jalan al-Salasin, selatan Kota Gaza.
Direktorat Pertahanan Sipil Gaza menyebutkan, jenazah para korban ditemukan dari reruntuhan bangunan, sementara petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di lokasi, dilansir Anadolu, Selasa (21/7/2026).
Tentara Israel terus melancarkan serangan yang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban jiwa kini mencapai 73.293 orang, dengan 173.906 lainnya luka-luka. Ribuan jenazah diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Dalam 24 jam terakhir, serangan Israel menewaskan 10 orang dan melukai 42 lainnya. Sejak gencatan senjata diberlakukan, tercatat 1.168 orang tewas, 3.798 luka-luka, dan 802 jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan.
Tragedi terbaru ini menambah panjang daftar korban sipil di Gaza, memperlihatkan rapuhnya gencatan senjata yang disepakati.