JAKARTA – Pemerintah memastikan Proyek LNG Abadi Blok Masela di Maluku menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Proyek strategis nasional itu diproyeksikan menghadirkan dampak ekonomi berantai mulai dari meningkatnya kesempatan kerja, berkembangnya UMKM, hingga bertambahnya aktivitas investasi di wilayah sekitar.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan pemerintah memastikan manfaat pembangunan Blok Masela dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama warga di kawasan proyek.
“Praktis, roda ekonominya akan bergerak. Contoh dengan pembukaan jalan, pekerja lokal akan terserap, kemudian UMKM juga sudah mulai jalan, penginapan akan mulai tumbuh dan berkembang. Tempat makan dan restorannya akan semakin banyak.”
Pembangunan awal proyek diperkirakan membuka sekitar 12 ribu lapangan kerja pada tahap konstruksi dengan prioritas penyerapan tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.
Pemerintah juga menyiapkan langkah peningkatan kualitas SDM agar warga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri gas alam cair.
Anggia menyampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengarahkan agar putra-putri Kepulauan Tanimbar memperoleh kesempatan bekerja sekaligus mengikuti pelatihan vokasi.
“Sehingga mereka bisa berkontribusi, dan terlibat langsung dalam pembangunan blok Masela ini.”
Proyek LNG Abadi Blok Masela berada di perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku, dan berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional yang mulai dibangun melalui groundbreaking Presiden Prabowo Subianto pada 16 Juli 2026.
Blok Masela menyimpan cadangan gas sekitar 18,54 triliun kaki kubik atau TCF dengan nilai investasi mencapai sekitar USD20,9 miliar sehingga menjadi salah satu proyek migas terbesar Indonesia.
Selama kontrak hingga 2055, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan penerimaan negara sekitar USD37,85 miliar atau setara Rp680–801 triliun.
Kontribusi proyek juga diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Bruto nasional hingga USD137,8 miliar atau sekitar Rp2.447–2.492 triliun.
Pemerintah menilai pengembangan Blok Masela menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia timur.***