Pebalap Ferrari, Lewis Hamilton, tidak dapat menyembunyikan rasa antusiasnya melihat kebangkitan pesat tim ‘Kuda Jingkrak’ yang kembali masuk dalam persaingan gelar juara dunia F1 musim ini. Meski demikian, juara dunia tujuh kali tersebut secara ksatria mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil kurang maksimal yang ia raih di GP Belgia.
Awalnya, Mercedes diprediksi bakal mendominasi kejuaraan pebalap dan konstruktor. Namun, isu keandalan mesin (power unit) yang belakangan menghantui Silver Arrows berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Ferrari.
Walau Mercedes dan pebalap mudanya, Kimi Antonelli, masih memimpin klasemen, performa Ferrari di Sirkuit Spa-Francorchamps membuktikan bahwa Hamilton dan Charles Leclerc kini menjadi ancaman paling nyata.
Puji Strategi Ciamik dan “Evolusi” Strategi Ferrari
Ferrari yang dalam beberapa musim terakhir kerap disorot akibat keputusan strategi yang meragukan, kini menunjukkan perbaikan drastis. Eksekusi strategi tim di bawah kondisi Safety Car di GP Belgia dinilai Hamilton hampir sempurna.
“Sangat membesarkan hati. Saya pikir tim telah membuat keputusan strategi yang luar biasa. Kinerja kami di akhir pekan, khususnya pada hari Minggu, benar-benar meningkat pesat. Kami sebenarnya punya kecepatan untuk menang,” tegas Hamilton.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para insinyur pabrikan Maranello yang tak henti-hentinya menyuntikkan upgrade komponen baru di tiap balapan, termasuk di trek yang sensitif terhadap tenaga mesin seperti Silverstone dan Spa.
“Efek Domino” dari Kesalahan Sendiri
Meski mobil Ferrari SF-26 miliknya makin kompetitif, Hamilton gagal meraih podium tertinggi akibat rentetan masalah yang ia picu sendiri sejak sesi kualifikasi. Hamilton mengalami crash berat saat kualifikasi yang merusak komponen mobil.
Saat membenahi mobil, tim secara tidak sengaja melewatkan penyetelan kecil pada suspensi, membuat keseimbangan mobil terganggu dan kehilangan kecepatan 0,2 hingga 0,3 detik per putaran.
Buntut posisi start yang terlempar ke belakang, ia terlibat kontak dengan George Russell di lap pertama dan diganjar penalti 5 detik, hingga akhirnya harus puas finis di posisi keempat.
“Saya tidak merasa tidak beruntung. Ini murni kesalahan yang saya buat di kualifikasi. Saya bertanggung jawab penuh atas posisi empat ini. Momen itu memicu efek domino, tetapi tim sudah bekerja luar biasa dari segi strategi dan pitstop,” aku Hamilton jujur.
Kini, fokus Hamilton langsung tertuju pada GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring pekan ini. Karakteristik trek Hungaroring yang mengandalkan downforce tinggi dan tikungan kecepatan rendah berbalik 180 derajat dibanding Spa-Francorchamps. Hamilton menegaskan komitmennya untuk tampil tanpa cela demi memburu kemenangan di Budapest.
“Saya harus tampil benar dan memastikan saya memberikan performa maksimal sebagaimana kapasitas asli saya di Budapest. Kami datang untuk bertarung memperebutkan kemenangan,” pungkas pebalap berusia 41 tahun tersebut.