JAKARTA – Forum bisnis Indonesia-Tiongkok menghasilkan komitmen kerja sama bernilai sekitar 2 miliar dolar AS, memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Pertemuan berlangsung dalam agenda Meeting of the Indonesia-China Business Delegation di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Forum dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, serta melibatkan kementerian terkait, APINDO, dan delegasi pelaku usaha dari Tiongkok.
Sekitar 30 perusahaan Tiongkok mengikuti pertemuan tersebut dengan fokus pada sektor teknologi masa depan, inovasi, energi terbarukan, dan layanan kesehatan.
Kerja sama yang dicapai dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas investasi dan memperkuat hubungan dagang Indonesia-Tiongkok.
Indonesia juga menawarkan peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.
“Kurang lebih 30 perusahaan dari Tiongkok hadir dalam forum bisnis ini. Hasilnya sejumlah kerjasama dan kesepakatan bisnis nilainya sekitar 2 miliar dolar AS,” kata Dubes Djauhari dalam keterangan pers usai pertemuan.
Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menyampaikan dunia usaha nasional siap mempererat kemitraan dengan perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.
Menurutnya, berbagai sektor usaha di Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menarik investasi baru dari negeri tersebut.
“Di sisi lain, investasi dari Tiongkok yang sudah ada di Indonesia juga perlu kita kawal. Ini adalah kesempatan kita untuk melihat peluang dan mengatasi tantangan bisnis dan investasi ke depan,” ujar Shinta.
APINDO juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar investasi teknologi tinggi dapat berkembang secara optimal.
Fokus pengembangan SDM diarahkan pada sektor industri digital, termasuk industri semikonduktor yang membutuhkan tenaga kerja berkompetensi tinggi.
“Karena untuk sektor teknologi tinggi, kita membutuhkan tenaga kerja yang mumpuni. Sehingga tenaga kerja yang dihasilkan siap pakai untuk mengembangkan industri-industri baru,” ucap Shinta.
Kolaborasi pelatihan tenaga kerja bersama Tiongkok diharapkan mampu mempercepat kesiapan Indonesia memasuki era industri berbasis inovasi.
Hingga Juni 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok telah melampaui 100 miliar dolar AS, menunjukkan hubungan ekonomi yang terus menguat.
Data kepabeanan Tiongkok juga mencatat Indonesia membukukan surplus perdagangan sekitar 5,6 miliar dolar AS.
Sementara itu, realisasi investasi dari Tiongkok yang digabung dengan Hong Kong hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar 10 miliar dolar AS.***