JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat atau pukul 14:29 WIB dan memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menetapkan intensitas guncangan mencapai level 7 pada Skala Shindo, yakni tingkat tertinggi yang digunakan Jepang untuk mengukur kekuatan guncangan di permukaan.
Pusat gempa berada di wilayah barat Kumamoto dengan kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah dasar laut sehingga getarannya terasa kuat di berbagai kota sekitar episentrum.
Pemerintah Jepang segera mengaktifkan sistem peringatan gempa darurat bagi Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki di Pulau Kyushu.
JMA juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk kawasan Teluk Ariake yang berada di pesisir barat Kumamoto sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang laut akibat gempa.
Hingga laporan terbaru diterbitkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang diakibatkan gempa tersebut.
Gempa terjadi sekitar pukul 16.29 waktu setempat atau Selasa sore dan langsung memicu respons cepat dari otoritas penanggulangan bencana Jepang.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik Amerika Serikat menyatakan ancaman tsunami diperkirakan hanya terbatas di kawasan pesisir sekitar lokasi gempa dan tidak berpotensi meluas ke wilayah lain.
“Gempa bumi berkekuatan awal magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa sore waktu setempat dan peringatan tsunami telah dikeluarkan,” demikian isi pernyataan JMA.
“Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah permukaan laut,” kata JMA.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pada gempa besar Kumamoto tahun 2016 yang menewaskan lebih dari 50 orang, melukai sekitar 1.800 orang, serta merusak puluhan ribu rumah.
Peta intensitas yang dirilis JMA menunjukkan wilayah Kumamoto menjadi daerah dengan guncangan paling kuat dibandingkan prefektur lain di Pulau Kyushu.
Otoritas Jepang terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap mengikuti instruksi evakuasi apabila kondisi berubah.***



