Pihak manajemen operator KMP Mutiara Sentosa 2, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), akhirnya mengakui adanya ketidaksesuaian data penumpang dalam insiden kebakaran kapal di perairan Masalembo. Sedikitnya terdapat lima penumpang anak yang dipastikan tidak tercantum dalam daftar manifest resmi kapal.
Saat ini, pihak perusahaan tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan sinkronisasi dan pencocokan data (cross-check) demi memastikan jumlah pasti seluruh jiwa yang berada di atas kapal saat musibah terjadi.
Kepala Cabang PT ALP Surabaya, Ferdinand Pondang, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat membeberkan angka pasti mengenai selisih total penumpang karena proses verifikasi internal masih berjalan.
“Masih kami klarifikasi dengan manajemen pusat. Saya belum bisa menginformasikan data pasti ke media karena datanya masih saling dipadankan dengan laporan dari lapangan,” ujar Ferdinand, Selasa (4/8/2026).
Berdalih Tak Didaftarkan Pembeli Tiket
Mengenai luputnya lima penumpang anak dari dokumen keselamatan resmi, Ferdinand berdalih bahwa hal tersebut terjadi akibat kelalaian dari pihak pembeli tiket saat melakukan pemesanan.
“Untuk daftar lima anak itu memang tidak didaftarkan oleh si pemesan tiket kepada kami. Jadi, keberadaan lima anak tersebut tidak termasuk dalam dokumen manifest resmi kami,” dalihnya.
Di tengah kesimpangsiuran data, pihak operator mengklaim saat ini fokus utama perusahaan dialihkan pada penanganan dan pemulihan psikologis korban selamat. Penumpang yang telah terdata kini mulai ditampung di sejumlah hotel yang disiapkan oleh manajemen.
Nakhoda dan Seluruh ABK Selamat, Pemeriksaan Mulai Bergulir
Ferdinand juga memastikan bahwa seluruh Anak Buah Kapal (ABK) beserta nakhoda KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api.
“Perkembangan di lapangan, kondisi seluruh ABK dan nakhoda yang kami terima dari tim kru dilaporkan selamat,” terangnya.
Saat ini, nakhoda kapal telah berada di Surabaya dan tengah menjalani rangkaian pemeriksaan intensif oleh otoritas berwenang untuk menguak pemicu utama kebakaran hebat di perairan Masalembo tersebut. Pihak manajemen berjanji akan kooperatif dan menunggu rilis resmi dari instansi penegak hukum serta lembaga investigasi keselamatan transportasi.



