JAKARTA – Nova Widianto resmi ditunjuk Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sebagai kepala pelatih ganda campuran Pelatnas menggantikan Rionny Mainaky sebagai bagian dari penyegaran pembinaan menuju persaingan dunia.
Penunjukan itu menjadi langkah strategis PBSI untuk memperkuat sektor ganda campuran setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan sepanjang musim ini.
Nova dipercaya kembali memimpin sektor tersebut setelah sebelumnya pernah mengemban tugas serupa pada 2021.
Pergantian pelatih dilakukan setelah PBSI mengakhiri kerja sama dengan Rionny Mainaky dan asistennya, Amon Sunaryo, pada akhir Juli lalu.
Pengalaman panjang Nova sebagai atlet elite dan pelatih internasional menjadi alasan utama PBSI memberikan kembali kepercayaan tersebut.
“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
“Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” katanya menambahkan.
Nova kembali ke Cipayung usai menyelesaikan masa baktinya sebagai kepala pelatih ganda campuran tim nasional Malaysia pada akhir Juli 2026 sejak tahun 2023 lalu.
Selama menangani Malaysia, pria kelahiran 10 Oktober 1977 ini berhasil meningkatkan performa sejumlah pasangan hingga mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Prestasi paling menonjol diraih saat mengantar Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi juara Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Pasangan Malaysia itu merebut gelar dunia setelah mengalahkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dari China dua gim langsung di final Paris.
PBSI berharap pengalaman internasional Nova mampu mempercepat regenerasi atlet sekaligus meningkatkan prestasi pasangan Indonesia.
Fokus pembinaan juga diarahkan untuk mengembalikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama sektor ganda campuran dunia.
Pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, Indonesia akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Sementara itu, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak tampil.
Sebagai mantan atlet, Nova memiliki rekam jejak gemilang bersama Liliyana Natsir dengan gelar juara dunia 2005 dan 2007.
Duet Nova dan Liliyana juga menyumbangkan medali perak Olimpiade Beijing 2008 yang menjadi salah satu pencapaian terbaik bulu tangkis Indonesia.
Dengan kombinasi pengalaman sebagai pemain dan pelatih, Nova diharapkan mampu membawa sektor ganda campuran Indonesia kembali bersaing di papan atas dunia.***


