JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung menyiapkan skema kerja darurat menyusul insiden kebakaran yang menghanguskan Gedung Dinas Teknis Bapenda di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam. Langkah ini diambil guna memastikan roda pemerintahan dan layanan masyarakat tidak terhenti, mengingat ada sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak.
Gedung serbaguna instansi pemerintah tersebut tercatat menampung lima entitas penting, yakni Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), serta Bank Jakarta.
Guna menjaga kelangsungan tugas-tugas pemerintahan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh pegawai yang berkantor di gedung tersebut untuk menjalankan pola kerja fleksibel, salah satunya melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian.
“Menginstruksikan seluruh ASN yang berkantor di gedung ini agar tetap bekerja melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, atau berkantor di Suku Dinas Wilayah Kota, serta memanfaatkan aset Pemprov DKI Jakarta lainnya,” kata Pramono, Sabtu (8/8/2026).
Melalui skema penyesuaian ini, pekerjaan administrasi yang memungkinkan dapat dikerjakan secara daring dari rumah. Sementara bagi pegawai yang membutuhkan akses operasional langsung, Pemprov DKI dialihkan ke kantor-kantor suku dinas terdekat di wilayah kota administratif.
Pramono menegaskan, insiden kebakaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan publik. Penyesuaian tempat kerja dioptimalkan agar masyarakat tetap mendapatkan layanan sebagaimana mestinya tanpa kendala berarti.


