JAKARTA — TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperluas pembangunan fasilitas pengairan untuk memperkuat produktivitas pertanian nasional.
Program tersebut menyasar lahan pertanian yang selama ini bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama pengairan.
Hingga kini, fasilitas pengairan telah dibangun pada 1.703 titik melalui program Manunggal Air TNI AD.
Pembangunan itu telah membuka akses air bagi sekitar 83.150 hektare lahan pertanian yang sebelumnya berstatus tadah hujan.
Lahan tersebut kini berpeluang mengikuti pola tanam lebih intensif dengan potensi panen hingga tiga kali dalam setahun.
Pernyataan itu disampaikan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat peresmian ribuan infrastruktur TNI/Polri di Jakarta, Kamis (13/8).
“Untuk air pertanian, kami sudah membuat untuk 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan, sekarang mereka bisa tiga kali panen,” ujar Maruli.
Ekspansi pengairan juga terus berjalan melalui pembangunan fasilitas air pertanian di 445 titik tambahan.
Proyek tersebut ditargetkan mampu memberikan layanan pengairan kepada sekitar 16.970 hektare lahan pertanian.
Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, cakupan pengairan tahun ini mencapai sekitar 100.120 hektare.
Perluasan tersebut diharapkan meningkatkan intensitas tanam sekaligus memperkuat pasokan gabah untuk kebutuhan nasional.
“Yang daerah tadah hujan 100.120 ha bisa menjadi tiga kali panen. Mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun,” jelasnya.
Dengan asumsi tiga kali panen, lahan yang memperoleh dukungan air tersebut memiliki peluang menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Program pengairan juga diarahkan untuk membantu wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air melalui pembangunan jaringan pipanisasi.
Salah satu proyek berada di Pulau Bawean, Jawa Timur, dengan jaringan pipa yang membentang sepanjang sekitar 15 kilometer.
Jaringan pipanisasi dengan panjang serupa juga tengah dibangun untuk mendukung kebutuhan air masyarakat di Samosir, Sumatera Utara.
“Mudah-mudahan juga selesai dalam waktu di akhir tahun ini,” pungkasnya.
Perluasan irigasi menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian secara berkelanjutan.***



