NTT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 37 aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Gempa susulan yang tercatat memiliki kekuatan hingga magnitudo 6,2.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 07.07 waktu setempat, gempa susulan terjadi dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2. Dari seluruh aktivitas tersebut, satu gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.
“Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa,” demikian keterangan BMKG dalam siaran langsung di kanal YouTube BMKG, Sabtu (15/8/2026).
Aktivitas gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah Mbay. Bersamaan dengan pemantauan aktivitas seismik, BMKG juga menerima laporan kerusakan di sejumlah wilayah NTT, mulai dari Maumere hingga Labuan Bajo.
Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa beberapa tembok rumah yang roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. BMKG juga menerima laporan kerusakan kategori sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, BMKG akan melakukan survei ke sejumlah lokasi yang terdampak. Hasil survei nantinya menjadi bagian dari pemantauan terhadap dampak gempa di wilayah tersebut.
Di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang sumber serta kebenarannya tidak jelas.
Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko dari bangunan yang mengalami kerusakan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan berikutnya.
“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,” jelas BMKG.
BMKG masih memantau perkembangan aktivitas gempa di NTT dan mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi agar dapat mengikuti perkembangan situasi secara akurat



