NTT – Gempa susulan masih mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 melanda wilayah tersebut. Gempa susulan terbaru tercatat mencapai M 5,2 dan terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026) pagi.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 5,2 terjadi pada pukul 06.12 WIB. Gempa tersebut berlokasi di 7,87 Lintang Selatan dan 120,64 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa Mag:5.2, 16-Agu-26 06:12:54 WIB, Lok:7.87 LS,120.64 BT,” tulis BMKG dalam laporan yang dikutip pada Minggu pagi.
Aktivitas seismik kemudian kembali tercatat di wilayah Ruteng. Pada pukul 07.54 WIB, gempa dengan kekuatan M 3,3 mengguncang kawasan Manggarai. Gempa tersebut berada pada koordinat 7,93 Lintang Selatan dan 120,62 Bujur Timur dengan kedalaman 22 kilometer.
“Mag:3.3, 16-Aug-2026 07:54:54WIB, Lok:7.93LS, 120.62BT,” tulis BMKG.
Rangkaian gempa susulan tersebut terjadi sehari setelah gempa utama berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah NTT. Dampak gempa tersebut tercatat cukup besar dengan korban jiwa dan kerusakan bangunan di sejumlah kabupaten.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa hingga Sabtu (15/8) mencapai 47 orang. Korban tersebar di beberapa wilayah terdampak, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.
“Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).
Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Tim gabungan juga masih melakukan evakuasi serta penanganan terhadap warga terdampak bencana.
Data sementara BNPB hingga pukul 17.00 WIB pada Sabtu menunjukkan kerusakan terjadi pada ratusan rumah. Sebanyak 157 rumah dilaporkan mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum. Kerusakan tercatat pada 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Rincian korban di sejumlah daerah turut disampaikan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin. Di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 11 orang meninggal dunia dan 24 orang mengalami luka-luka. Sementara di Kabupaten Sikka, tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya terluka.
Di Kabupaten Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 24 orang, sementara korban luka mencapai 22 orang.
Di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, penanganan terhadap warga terdampak terus dilakukan. BNPB bersama unsur terkait juga telah menyalurkan bantuan pangan dan nonpangan ke wilayah yang terdampak gempa.
Masyarakat di wilayah terdampak masih menghadapi situasi pascagempa utama dengan aktivitas gempa susulan yang terus terpantau. BMKG hingga Minggu pagi masih mencatat adanya gempa dengan kekuatan yang bervariasi, termasuk gempa M 5,2 yang terjadi di Ruteng.



