JAKARTA – Memilih mobil baru bukan cuma soal desain atau fitur. Salah satu pertimbangan yang sering bikin calon pembeli bingung adalah memilih mesin diesel atau bensin.
Keduanya punya karakter yang berbeda. Mobil diesel dikenal punya konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan torsi besar, sedangkan mesin bensin biasanya menawarkan respons mesin yang lebih halus dan biaya perawatan yang relatif sederhana.
Lantas, kalau digunakan sebagai mobil harian, mana yang sebenarnya lebih worth it?
Mobil Diesel Unggul dalam Efisiensi
Salah satu alasan mesin diesel banyak dipilih adalah efisiensi bahan bakarnya.
Pertamina One Solution menyebut mesin diesel dikenal lebih efisien dan hanya membutuhkan sedikit bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang besar.
Karakter tersebut membuat diesel banyak digunakan pada kendaraan berat seperti truk dan bus.
Keunggulan tersebut juga terasa ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.
Dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, pemilik mobil diesel berpotensi mengeluarkan biaya bahan bakar lebih rendah dalam pemakaian jangka panjang.
Mesin diesel juga punya torsi besar pada putaran mesin rendah. Karakter ini membuat mobil diesel terasa kuat ketika membawa banyak penumpang, melewati tanjakan atau digunakan untuk perjalanan luar kota.
Namun, efisiensi bukan berarti diesel selalu menjadi pilihan terbaik.
Perawatan Diesel Bisa Lebih Kompleks
Mesin diesel modern menggunakan sistem pembakaran dan komponen yang lebih kompleks.
Pertamina One Solution menjelaskan bahwa perawatan mesin diesel dapat membutuhkan perhatian lebih, terutama pada sejumlah komponen di sistem pembakaran.
Karena itu, biaya perawatan mobil diesel bisa menjadi pertimbangan bagi pemilik yang lebih sering menggunakan mobil untuk perjalanan pendek di dalam kota.
Mesin Bensin Lebih Praktis untuk Harian
Berbeda dari diesel, mesin bensin cenderung menawarkan respons akselerasi yang lebih cepat dan karakter berkendara yang lebih halus.
Pertamina juga menyebut mesin bensin cenderung lebih unggul dalam akselerasi dan respons mesin.
Karakter tersebut membuat mobil bensin cocok untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi pengendara yang lebih banyak beraktivitas di kawasan perkotaan.
Perawatannya juga umumnya lebih sederhana dibandingkan mesin diesel.
Bagi pemilik yang ingin mobil praktis tanpa terlalu banyak memikirkan sistem mesin yang kompleks, bensin bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Bagaimana dengan Konsumsi Bahan Bakar?
Dalam urusan konsumsi bahan bakar, diesel memiliki keunggulan. Secara umum, mesin diesel lebih efisien dibandingkan mesin bensin dengan kapasitas dan teknologi yang setara.
Namun, konsumsi bahan bakar sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh jenis mesin.
Bobot mobil, kapasitas mesin, teknologi kendaraan, kondisi lalu lintas, gaya mengemudi hingga kondisi kendaraan juga ikut berpengaruh.
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan konsumsi bahan bakar kendaraan di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan komposisi kendaraan, termasuk perubahan pangsa kendaraan diesel dan bensin.
Jadi, jangan hanya melihat angka konsumsi bahan bakar di brosur. Penggunaan mobil sehari-hari bisa menghasilkan angka yang berbeda.
Diesel dan Bensin Punya Karakter Emisi Berbeda
Soal emisi, tidak tepat jika langsung menyebut salah satu jenis mesin pasti lebih bersih.
Mesin diesel biasanya lebih unggul dalam efisiensi dan emisi CO2 per jarak tempuh, tetapi memiliki tantangan pada emisi nitrogen oksida atau NOx.
Sebaliknya, mesin bensin dapat menghasilkan NOx lebih rendah, tergantung teknologi dan standar emisinya.
Studi pengukuran emisi kendaraan di wilayah Jabodetabek yang dilakukan TRUE Initiative bersama ITB menemukan bahwa mobil penumpang diesel berstandar Euro 2 memiliki emisi NOx sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan mobil bensin dengan standar yang sama.
Namun, perkembangan teknologi emisi membuat perbandingan tersebut tidak bisa diterapkan begitu saja pada semua mobil diesel dan bensin modern.
Standar emisi serta teknologi seperti diesel particulate filter atau DPF dapat menekan emisi partikulat secara signifikan.
Jadi, Mana yang Lebih Worth It?
Kalau penggunaan utama adalah perjalanan jauh, sering membawa banyak penumpang atau membutuhkan torsi besar, mobil diesel bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.
Efisiensi bahan bakar dan karakter torsi menjadi keunggulan utama yang membuat diesel cocok untuk penggunaan berat dan jarak jauh.
Sementara itu, mobil bensin lebih masuk akal untuk penggunaan harian di perkotaan. Karakter mesinnya cenderung lebih responsif dan perawatannya relatif lebih sederhana.
Artinya, tidak ada jawaban mutlak bahwa mobil diesel selalu lebih worth it daripada bensin atau sebaliknya.
Kalau mobil lebih sering digunakan untuk pergi ke kantor, kuliah, belanja dan aktivitas dalam kota dengan jarak yang tidak terlalu jauh, bensin bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Sebaliknya, kalau mobil akan sering dipakai keluar kota, membawa beban berat atau menempuh jarak jauh, diesel bisa memberikan keuntungan lebih besar dari sisi efisiensi bahan bakar dan torsi.
Pada akhirnya, pilihan paling worth it bukan hanya berdasarkan jenis bahan bakarnya, tetapi juga berdasarkan kebutuhan, jarak tempuh dan biaya perawatan yang sanggup dikeluarkan pemilik.***




