JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berada di rentang 6.400–6.500 setelah sesi sebelumnya ditutup menguat.
“IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak sideways (datar) di kisaran 6.400–6.500,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu, 19 Agustus 2026.
Perhatian investor kini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menjadi salah satu sentimen utama pasar.
“BI diprakirakan akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Seiring dengan laju inflasi yang masih berada di kisaran target BI,” ujar Tim Phintraco.
Jika suku bunga acuan dipertahankan, deposit facility diperkirakan tetap 4,75 persen dan lending facility berada di level 6,5 persen.
Kebijakan tersebut dinilai diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pasar juga akan menunggu sinyal BI mengenai arah kebijakan moneter berikutnya, terutama setelah pertumbuhan kredit menunjukkan peningkatan.
“Pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13 persen secara tahunan di bulan Juli 2026 dari 12,67 persen di bulan Juni,” ucap Tim Phintraco.
Sementara itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat mencapai USD454,4 miliar pada kuartal II 2026.
Angka tersebut meningkat 4,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, meski rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto masih dinilai terkendali.
Kenaikan ULN menjadi salah satu sentimen yang berpotensi menahan penguatan IHSG di tengah investor yang masih bersikap selektif.
Dari pasar modal global, FTSE Russell juga memperpanjang pembatasan terhadap perubahan sejumlah indeks saham Indonesia.
Keputusan itu diambil karena FTSE Russell masih mengevaluasi efektivitas reformasi pasar modal Indonesia.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah transparansi data kepemilikan saham investor dengan porsi lebih dari 1 persen.
FTSE Russell juga memantau penerapan publikasi daftar High Shareholding Concentration atau HSC terkait kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi.
Tekanan terhadap IHSG turut terlihat dari aksi jual investor asing yang mencapai Rp689 miliar sepanjang perdagangan Selasa.
Beberapa saham yang menjadi sasaran utama aksi jual asing antara lain ISAT, BBRI, DSSA, TPIA, dan ASII.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih cenderung hati-hati sambil menanti keputusan serta arahan terbaru Bank Indonesia.***




