Ancam kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin berada pada level mengkhawatirkan. Jarak pandang terganggu di sejumlah jalur utama seperti Jalan Tjilik Riwut Km 4, Jalan G. Obos Ujung, hingga Jalan Yos Sudarso Ujung akibat pekatnya kepulan asap, Selasa (18/8/2026).
Memburuknya kualitas udara tersebut berbanding lurus dengan melonjaknya grafik penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di fasilitas kesehatan setempat.
Kasus ISPA Melonjak Tajam Sejak Juni
Data dari Puskesmas Menteng, Palangka Raya, mencatat tren kenaikan pasien ISPA yang sangat signifikan dalam kurun tiga bulan terakhir. Jika pada Juni 2026 tercatat ada 122 kasus dan Juli naik menjadi 199 kasus, maka hanya dalam setengah bulan Agustus 2026 ini, angka penderita ISPA sudah melampaui 201 kasus.
“Kasus ISPA terus naik seiring pekatnya asap. Baru masuk pertengahan Agustus saja jumlahnya sudah mencapai 201 pasien, di mana pada minggu pertama saja ada 50-an kasus. Sebagian besar mengeluhkan gejala batuk dan pilek,” terang Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto, Selasa (18/8/2026).
Melihat kondisi yang kian memburuk, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, meminta warga—khususnya kelompok rentan seperti anak-anak—untuk membatasi aktivitas luar ruang dan disiplin menggunakan masker.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama anak-anak, wajib menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Polda Kalteng juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas tanpa ampun siapa pun yang sengaja membakar lahan,” tegas Irjen Iwan.
Api Menyasar Taman Nasional Sebangau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Tidak hanya mengancam permukiman, kebakaran juga mulai melalap kawasan konservasi Taman Nasional Sebangau (TNS) yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib, membeberkan bahwa titik api di area TNS mulai terdeteksi sejak Senin (17/8/2026) sore dan hingga kini masih terus dijinakkan.
-
Operasi Darat: Manggala Agni dikerahkan menembus medan sulit di jalur darat.
-
Operasi Udara: Pihak BPB-PK mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk memadamkan titik api di area gambut mendalam yang tidak terjangkau petugas darat.
Mengenai total luas area yang terbakar dan indikasi penyebab kebakaran, BPB-PK Kalteng menyatakan proses pendataan dan penyelidikan sepenuhnya telah diserahkan kepada Tim Gakkum Satgas Karhutla Polda Kalteng.




