RIAU — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta aparat segera mengusut perusahaan yang terindikasi memerintahkan pembakaran dan menegaskan izin usaha bisa langsung dicabut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Penanganan Karhutla di Riau, Senin (24/8). Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang sengaja membakar lahan dengan alasan apa pun.
“Kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apapun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa. Beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras,” kata Prabowo.
Prabowo meminta pencegahan dilakukan hingga tingkat desa. Masyarakat harus mendapat edukasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri juga diminta membantu masyarakat melalui kelompok tani agar pembukaan lahan tidak dilakukan secara sembarangan.
“TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah, membantu rakyat. Di organisir melalui kelombok tani. Nanti biayanya bisa melalui kur koperasi. Tapi tidak boleh mereka liar,” ujarnya.
Namun, pendekatan persuasif terhadap masyarakat tidak berlaku bagi pihak yang sengaja memicu karhutla. Prabowo secara khusus menyoroti kemungkinan adanya korporasi yang memerintahkan pembakaran lahan.
Ia meminta kepolisian, kejaksaan, hingga unsur intelijen bergerak menelusuri dugaan tersebut.
“Apalagi kalau ada korporasi yang menyuruh, itu saya minta Polisi, Kejaksaan selidiki, Intelligence selidiki,” tegas Prabowo.
Tak berhenti pada penyelidikan, Prabowo memberikan ultimatum kepada perusahaan. Ia menyatakan pemerintah siap mencabut izin korporasi apabila terdapat indikasi keterlibatan dalam pembakaran lahan.
“Kalau ada indikasi laporan, kita segera cabut. Siapapun, korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya,” katanya.
Prabowo bahkan kembali mempertegas ancaman tersebut di hadapan jajaran terkait. Ia menyatakan seluruh izin korporasi dapat dicabut jika perusahaan terindikasi terlibat dalam praktik pembakaran.
“Seluruh izin korporasi itu, kita cabut. Saya tidak main-main,” tegasnya.
Presiden juga menempatkan kepolisian sebagai salah satu unsur utama dalam memastikan dugaan pembakaran tidak berhenti pada penanganan di lapangan. Aparat diminta mengusut pihak yang diduga berada di balik terjadinya kebakaran.
“Tolong. Kepolisian saya kira di sini main peranan yang sangat penting,” tutupnya.



