Akses Jalan Raya Pejompongan arah Stasiun Palmerah yang sempat mengalami kelumpuhan akibat blokade massa sejak Kamis (27/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026) pagi akhirnya kembali dibuka normal. Usut punya usut, sekelompok massa yang menutup rute vital tersebut diketahui bukan merupakan warga lokal setempat.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, yang turun langsung ke lokasi bentrokan untuk bernegosiasi dengan kelompok massa sekitar pukul 08.30 WIB.
“Ternyata mereka tidak seluruhnya warga Jakarta. Tadi ada yang dari Bogor, Jakarta Timur, dan wilayah lainnya. Jadi mereka bukan warga setempat di sini, melainkan kelompok dari luar,” terang Arifin di Pejompongan Jumat pagi dilansir dari Kompas com.
Sempat Macet Parah dan Dimediasi Aparat TNI
Berdasarkan pantauan di lapangan, blokade yang berlangsung hingga Jumat pagi pukul 08.00 WIB sempat membuat arus lalu lintas tersendat parah. Sejumlah kendaraan yang hendak mengarah ke Palmerah terpaksa memutar balik.
Situasi mulai mencair saat massa bergerak maju ke arah lampu merah dekat Menara BNI untuk membuka ruang dialog bersama personel TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara, sebelum akhirnya ditemui langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat.
Arifin menjelaskan bahwa langkah persuasif ini diambil demi memastikan stabilitas kawasan serta mengembalikan aktivitas warga Jakarta Pusat agar kembali berjalan normal.
Alasan Penutupan Jalan: Minta Rekannya Bebas Tanpa Nama Jelas
Dalam dialog terbuka tersebut, Arifin membeberkan bahwa alasan utama massa bertahan menutup jalan adalah menuntut pembebasan sejumlah rekannya yang diduga ditahan oleh pihak kepolisian saat kericuhan semalam.
Namun, saat Arifin meminta daftar nama rekan mereka untuk dikoordinasikan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, mayoritas massa justru tidak mengetahui secara pasti identitas orang yang mereka maksud.
“Mereka minta rekannya yang diamankan untuk dilepaskan. Namun saat diminta namanya, hanya satu orang yang bisa menyebutkan nama rekannya. Informasi itu langsung saya telepon ke Pak Kapolres Jakarta Pusat untuk dicek ke Polda,” ungkap Arifin.
Arifin juga mengingatkan massa agar tidak menyimpulkan secara sepihak bahwa rekan-rekan mereka ditangkap aparat sebelum ada data resmi.
“Jangan diasumsikan langsung ditangkap. Bisa saja mereka sebenarnya sudah pulang ke rumah atau sedang beristirahat. Hal itu yang saya katakan secara terbuka kepada mereka,” jelasnya.
Usai mendengar penjelasan dan jaminan koordinasi dari Wali Kota Jakarta Pusat, massa penutup jalan akhirnya melunak dan membubarkan diri secara tertib. Jalur Pejompongan kini telah dapat dilintasi kembali oleh pengguna jalan dengan lancar.



