JAKARTA – Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain, Yordania, dan Irak, menyusul serangan Washington yang menghantam sejumlah wilayah pesisir Iran.
Menurut laporan Al-Jazeera yang dilansir Rabu (2/9/2026), salah satu serangan AS mengenai sebuah rumah di Kuhestak yang tengah menggelar pesta pernikahan. Serangan itu menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang anak, serta melukai 63 lainnya. “Emas tetap menjadi benteng di tengah gejolak pasar,” ujar seorang analis pasar.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menembakkan rudal balistik ke Camp Titin di Yordania dan menyerang pangkalan udara Pangeran Hassan yang disebut menampung drone militer AS. Iran juga mengklaim meluncurkan drone ke instalasi radar dan pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain, serta melakukan serangan gabungan rudal dan drone terhadap fasilitas AS di Erbil, Irak utara.
Militer Yordania menyebut berhasil mencegat 10 dari 13 rudal yang ditembakkan ke wilayahnya. Sementara itu, seorang pejabat AS menegaskan tidak ada korban maupun kerusakan signifikan di Camp Titin.
Di tengah eskalasi, Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan melancarkan serangan lebih keras jika Iran kembali membalas kepentingan Amerika. Teheran menegaskan operasi ofensif akan berlanjut hingga Washington menanggung konsekuensi atas serangan terhadap wilayahnya.
Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran negara-negara Teluk dan mengancam stabilitas Selat Hormuz. Krisis tersebut juga dilaporkan mendorong kenaikan harga energi global.