KARO — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengalami peningkatan hingga mendorong pemerintah menaikkan status gunung api tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi mengubah status Gunung Sinabung dari Level 2 atau Waspada menjadi Level 3 atau Siaga.
Perubahan status ini menjadi perhatian pemerintah karena peningkatan aktivitas vulkanik berpotensi berdampak terhadap masyarakat di kawasan sekitar gunung.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan pemerintah terus memprioritaskan keselamatan warga.
“PVMBG telah meningkatkan statusnya menjadi Level 3 atau Level Siaga dari Waspada,” ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/9).
Seiring kenaikan status tersebut, ratusan warga telah meninggalkan kawasan tempat tinggal mereka untuk menghindari potensi dampak aktivitas Gunung Sinabung.
BNPB mencatat sebanyak 208 kepala keluarga atau 615 jiwa kini berada di lokasi pengungsian yang dipusatkan di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Pemerintah melalui BNPB juga bergerak menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Tim BNPB telah berada di wilayah terdampak untuk mendukung proses penanganan sekaligus memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.
“Tim kami juga sudah tiba di sana dengan tentu mengarahkan dan menyerahkan berbagai bantuan, seperti matras, selimut, paket sembako, masker, dan hygiene kit,” katanya.
Bantuan tersebut mencakup perlengkapan tidur, makanan, masker, hingga kebutuhan kebersihan untuk menunjang kondisi warga selama berada di pengungsian.
BNPB meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan status Gunung Sinabung dan tetap menjalankan aktivitas sesuai arahan petugas.
Warga di sekitar kawasan gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.
“Dan kami meminta agar warga tetap tenang, namun tetap waspada, mengikuti imbauan-imbauan yang disampaikan oleh instansi terkait, dan tentu mengakses informasi dari pihak yang berwenang,” ucap Berton.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengutamakan sumber resmi.
Kondisi Gunung Sinabung akan terus dipantau oleh lembaga terkait sebagai dasar penentuan langkah mitigasi dan perlindungan masyarakat berikutnya.***