JAKARTA — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) belum mengganggu operasional KAI Commuter. Seluruh perjalanan Commuter Line di wilayah operasi perusahaan tetap berjalan normal pada Minggu (6/9/2026), meski aktivitas gunung api tersebut meningkat dan sebaran abu vulkanik mulai terpantau di sejumlah wilayah Jabodetabek.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan kondisi tersebut tidak mengubah layanan perjalanan kereta, termasuk Commuter Line Merak yang menjadi salah satu layanan dengan rute paling dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Layanan Commuter Line Merak yang beroperasi terdekat dengan lokasi Gunung Anak Krakatau tetap beroperasi normal dengan total 14 perjalanan, 7 jadwal keberangkatan dari Stasiun Merak dan 7 perjalanan menuju Stasiun Merak,” ujar Karina dalam keterangan resminya.
Selain perjalanan menuju Merak, KAI Commuter juga memastikan layanan Commuter Line Basoetta yang menghubungkan wilayah Jabodetabek dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap beroperasi seperti biasa.
Sepanjang Minggu, layanan Commuter Line Basoetta dijadwalkan melayani 64 perjalanan untuk keberangkatan maupun kedatangan. Operasional tersebut tetap berjalan meski aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat terdampak hingga Minggu siang akibat pembatalan sejumlah penerbangan.
“KAI Commuter tetap mengoperasikan layanan Commuter Line Basoetta ini beroperasi secara normal meski pemberlakuan pembatalan penerbangan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Minggu siang ini,” kata Karina.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian KAI Commuter tidak hanya tertuju pada kelancaran perjalanan, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitar jalur dan stasiun. Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin telah terpantau mencapai sejumlah stasiun di wilayah Jabodetabek.
Kondisi itu membuat pengguna jasa diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di area stasiun maupun ketika melakukan perjalanan menggunakan kereta.
KAI Commuter mengimbau penumpang menggunakan masker sebagai langkah perlindungan mandiri, terutama ketika berada di ruang terbuka maupun area stasiun yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
Penumpang juga diminta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aktivitas perjalanan tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
KAI Commuter menyatakan pemantauan terhadap perkembangan situasi akan terus dilakukan secara berkala. Jika kondisi di lapangan berubah, skema operasional perjalanan kereta dapat disesuaikan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan.
Perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan operasional melalui kanal komunikasi resmi KAI Commuter, termasuk akun media sosial @commuterline dan aplikasi C-Access.
Dengan kondisi tersebut, hingga Minggu, layanan Commuter Line Merak dan Commuter Line Basoetta tetap berjalan normal meski aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik menjadi perhatian di sejumlah wilayah.