Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 (EA-207 CLI-225) buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terpaksa ditarik sementara dari jalur operasional. Penarikan armada baru ini dilakukan guna menjalani perawatan intensif dan inspeksi menyeluruh (General Check Up/GCU) demi memastikan keandalan komponen keselamatan.
Langkah pemeriksaan ketat ini melibatkan kolaborasi penuh antara tim engineering dan quality assurance PT INKA bersama manajemen KAI Commuter serta otoritas perkeretaapian.
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengonfirmasi bahwa audit teknis ini berfokus pada komponen krusial keselamatan, termasuk sistem bogie (roda) dan sistem propulsi.
“Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah turun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan seluruh komponen, termasuk bogie dan propulsi, berfungsi optimal. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab penuh kami sebagai manufaktur dalam menjamin keselamatan pengguna Commuter Line,” jelas Nanang, Selasa (8/9/2026).
Dampak Operasional: 17 Perjalanan KRL Dibatalkan
Penarikan simultan tujuh armada KRL tersebut berdampak langsung pada kapasitas angkut harian Commuter Line Jabodetabek. Guna menyeimbangkan jumlah sarana yang tersedia, KAI Commuter memberlakukan penyesuaian jadwal perjalanan mulai Senin (7/9/2026).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa penyesuaian difokuskan pada jam sibuk pagi serta sore hingga malam hari. Total terdapat 17 jadwal perjalanan yang terpaksa dibatalkan atau disesuaikan.
Detail penyesuaian perjalanan meliputi:
-
Pagi Hari: 7 perjalanan rute Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota serta 5 perjalanan rute sebaliknya (Jakarta Kota–Bogor) dibatalkan.
-
Sore s.d. Malam Hari: 2 perjalanan rute Manggarai–Bogor dan 3 perjalanan dari arah Bogor mengalami penyesuaian rute dan waktu keberangkatan.
Akibat penyesuaian ini, total kuota perjalanan KRL Jabodetabek berkurang dari sebelumnya 1.065 perjalanan menjadi 1.048 perjalanan per hari.
KAI Commuter Sampaikan Permohonan Maaf
Manajemen KAI Commuter menegaskan bahwa perawatan preventif skala besar ini sangat vital untuk mencegah potensi bahaya teknis di tengah tingginya frekuensi penggunaan sarana setiap hari.
“Kami memahami kebijakan ini memicu ketidaknyamanan bagi para pengguna setia Commuter Line. Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kendala ini. Perawatan intensif ini mutlak dilakukan demi menjamin keamanan dan keselamatan perjalanan bersama,” ujar Karina.
KAI Commuter mengimbau para penumpang untuk mengatur kembali waktu perjalanan mereka dan memantau pembaruan jadwal secara real-time melalui aplikasi C-Access, pengumuman di stasiun, maupun akun media sosial resmi KAI Commuter.