JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Sudan, khususnya melalui kerja sama di sektor pertahanan.
Menhan Sudan tiba di kompleks Kemhan sekitar pukul 10.31 WIB dan langsung disambut Sjafrie Sjamsoeddin di lapangan upacara.
Kedatangan pejabat tinggi pertahanan Sudan itu kemudian dilanjutkan dengan prosesi kehormatan yang melibatkan kedua negara.
Upacara tersebut diisi dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Sudan sebagai bentuk penghormatan terhadap masing-masing negara.
Setelah prosesi penyambutan, Sjafrie bersama Hassan Daoud melakukan pemeriksaan pasukan jajaran di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Keduanya kemudian memberikan penghormatan kepada para pahlawan di area api suci yang berada di kompleks Kantor Kemhan.
Rangkaian agenda tersebut menjadi pembuka sebelum kedua pejabat melanjutkan pembicaraan bilateral secara lebih mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tertutup antara Menhan Indonesia dan Menhan Sudan masih berlangsung.
Pertemuan kali ini melanjutkan komunikasi pertahanan yang sebelumnya telah dilakukan Indonesia dengan perwakilan Sudan.
Pada Selasa (21/4), Sjafrie sebelumnya menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali.
Pertemuan dengan Dubes Sudan tersebut turut membahas peluang penguatan kerja sama pertahanan dan teknologi militer kedua negara.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan militer bersama.
Komunikasi yang berlangsung hangat mencerminkan hubungan Indonesia dan Sudan yang telah terbangun serta berkembang dalam waktu panjang.
Kemhan RI berharap hubungan bilateral kedua negara terus terjaga sekaligus membuka peluang kerja sama pertahanan yang memberikan manfaat bagi Indonesia.
Perkembangan pembicaraan antara kedua menteri tersebut menjadi perhatian karena dapat menentukan arah penguatan hubungan pertahanan Indonesia-Sudan ke depan.***