Nicolo Bulega resmi mengunci satu tempat di panggung tertinggi balap motor dunia, MotoGP, untuk musim 2027 mendatang. Pebalap asal Italia tersebut mengonfirmasi bahwa sejarah panjang dan ikatan emosional dengan skuat VR46 menjadi faktor utama di balik keputusannya bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Kilas balik perjalanan kariernya, tim milik legenda Valentino Rossi itulah yang pertama kali membukakan pintu kejuaraan dunia bagi Bulega pada musim 2016 di kelas Moto3. Setelah menghabiskan empat musim di sana—termasuk promosi ke Moto2 pada 2019—Bulega sempat berkelana ke Gresini sebelum akhirnya meretas jalan kesuksesan di ajang World Supersport (WorldSSP) dan World Superbike (WorldSBK) bersama Aruba.it Racing Ducati.
Langkah Bulega melangkah ke MotoGP pada 2027 bertepatan dengan mulainya era regulasi baru mesin 850cc dan penggunaan ban Pirelli. Pengalamannya menjadi pebalap penguji (test rider) untuk pengembangan mesin 850cc pabrikan Ducati sepanjang tahun ini menjadi modal berharga bagi transisi karirnya.
Faktor “Rumah Lama” Bikin Adaptasi Lebih Mudah
Di balik keputusan besarnya meninggalkan WorldSBK—di mana ia berpeluang besar mengunci gelar juara dunia musim ini—Bulega menegaskan bahwa kehangatan dan profesionalisme jajaran tim VR46 membuat proses kepindahannya terasa alami.
“Bisa menembus MotoGP adalah impian besar saya, terlebih saya akan melakoni debut bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Saya memilih tim ini karena memiliki ikatan batin yang kuat. Saya tumbuh di VR46 Riders Academy sejak kecil, jadi saya mengenal semua orang di sana dengan sangat baik,” ungkap Bulega.
Menurutnya, melakukan lompatan besar ke kelas utama bersama orang-orang yang sudah ia kenal sejak dini akan mempermudah proses adaptasi, baik secara mental maupun teknis.
“Mengambil langkah besar ini bersama orang-orang yang sudah akrab membuat semuanya terasa lebih mudah dari sudut pandang emosional. Apalagi, mereka semua adalah profesional tingkat tinggi,” tambahnya.
Menempuh Jalur Berbeda Demi Impian Masa Kecil
Perjalanan Bulega menuju kelas premier terbilang tak biasa dibanding pebalap MotoGP pada umumnya. Sempat terlempar dari paddock Grand Prix, ia membangun ulang kariernya dari ajang WorldSSP hingga mendominasi WorldSBK.
“Saat pertama kali membalap, impian saya memang menembus MotoGP. Namun karena berbagai alasan, karier saya sempat berbelok ke WorldSBK. Di sana saya fokus membangun karier yang solid. Ternyata pencapaian beberapa tahun terakhir ini jauh melampaui ekspektasi saya, hingga kesempatan menuju kelas utama itu datang kembali,” jelas Bulega.
Meski harus menempuh jalan memutar dan memakan waktu lebih lama, pebalap berusia 26 tahun ini mengaku sangat bangga dengan pencapaiannya.
“Sekarang saya tidak ingin memasang target yang muluk-muluk. Saya ingin menikmati setiap balapan demi balapan, terutama di awal musim, dan memberikan performa terbaik. Terima kasih kepada seluruh tim VR46, Ducati Corse, dan Aruba yang telah mewujudkan impian ini,” pungkasnya.