Garuda Tv – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menegaskan keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama dalam setiap peliputan, terutama ketika ditugaskan ke wilayah bencana, konflik, maupun medan ekstrem.
Menurut Herik, jurnalis yang gagal mendapatkan gambar atau informasi dari zona berbahaya tidak dapat disebut gagal dalam menjalankan tugas. Justru, keputusan untuk keluar dari situasi yang mengancam keselamatan merupakan bentuk keberhasilan karena jurnalis masih dapat kembali bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
“Tidak ada berita seharga nyawa,” kata Herik dalam wawancara dengan Garuda TV.
Herik mengatakan, IJTI bersama International Labour Organization (ILO) telah menyusun panduan keselamatan dan kesehatan kerja bagi jurnalis serta pekerja media televisi. Panduan tersebut mencakup prosedur keselamatan sejak tahap praproduksi, produksi, pengumpulan informasi, hingga pascaproduksi.
Ia menekankan setiap perusahaan media perlu memastikan checklist keselamatan terpenuhi sebelum mengirim jurnalis ke wilayah ekstrem. Hal tersebut mencakup penilaian risiko, kelayakan lokasi, kesiapan perlengkapan pelindung diri, hingga pendampingan dari pihak yang memiliki kompetensi di lapangan.
Dalam peliputan di wilayah bencana seperti kawasan Gunung Anak Krakatau, misalnya, jurnalis harus dibekali perlengkapan yang sesuai dengan kondisi medan. Di antaranya masker, helm, jaket keselamatan, pakaian yang memadai, sepatu, serta kacamata pelindung untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Selain perlengkapan, menurut Herik, mitigasi juga harus dilakukan dengan melibatkan otoritas atau pihak yang memahami kondisi lapangan, seperti Basarnas, kepolisian, maupun Palang Merah Indonesia. Setiap penugasan harus mempertimbangkan nilai berita, tingkat risiko, kesiapan peralatan, serta kemampuan personel.
Herik juga mendorong pemilik dan pengelola perusahaan media melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan bagi jurnalis. Alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan, menurut dia, harus menjadi bagian dari investasi perusahaan pers dan diperiksa secara berkala.
Terkait hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau, Herik berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Ia juga meminta keluarga tetap bersabar menunggu informasi resmi dari tim SAR.
Herik menegaskan, target visual dalam sebuah peliputan tidak boleh mengalahkan keselamatan jurnalis. Setiap liputan harus memiliki rencana alternatif dan keputusan untuk menyelamatkan diri ketika situasi berubah menjadi berbahaya harus dipandang sebagai keberhasilan, bukan kegagalan.
Caption, Editor & Upload: Tijani
GARUDA TV – Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya
Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
www.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
Scan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.
🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel https://www.youtube.com/@garudatv.official
🔴 Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@garudatvnews
🔴 Like our Official Facebook https://www.facebook.com/garudatv.official
🔴 Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/garudatv.official/