JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas area pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 hingga mencapai 2.600 mil laut. Langkah ini diambil karena masih ada 129 penumpang yang belum ditemukan sejak kapal tersebut terbalik di jalur pelayaran Surabaya–Banjarmasin.
Perluasan wilayah operasi dilakukan bersamaan dengan pembagian zona pencarian menjadi enam sektor. Strategi ini diterapkan untuk mempercepat proses penyisiran sekaligus mengoptimalkan pencarian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan arus laut yang lebih kuat dari biasanya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian berskala besar tersebut telah berjalan sejak Senin (14/9/2026) pagi. Seluruh unsur SAR dikerahkan secara serentak untuk memaksimalkan peluang penyelamatan dalam waktu krusial.
“Rencana operasi yang sudah berjalan sejak tadi pagi, bahwa luas pencarian yang kita lakukan terhadap enam sektor ada 2.600 nautical mile,” ujar Syafii dalam keterangannya.
Dari total 243 penumpang yang tercatat berada di kapal saat kejadian, tim SAR gabungan sejauh ini telah mengevakuasi 114 orang. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sementara enam lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Syafii menjelaskan, pembagian area pencarian menjadi enam sektor bertujuan menghindari tumpang tindih pergerakan armada di lapangan. Dengan sistem kerja paralel, masing-masing sektor bergerak dari titik awal hingga akhir tanpa saling bersinggungan.
“Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel. Jadi dari titik start sampai finish, tidak sampai bersinggungan antara sektor satu sampai sektor enam,” katanya.
Namun, pelaksanaan operasi di lapangan menghadapi tantangan besar akibat faktor cuaca dan kondisi laut. Gelombang tinggi serta arus yang melebihi kondisi normal memperlambat pergerakan kapal SAR menuju lokasi pencarian.
Dalam kondisi normal, waktu tempuh menuju titik pencarian berkisar lima hingga enam jam. Namun, pada operasi kali ini, perjalanan kapal pertama bisa memakan waktu hingga sembilan jam.
“Dalam keadaan normal kalau cuaca baik, rata-rata lima sampai enam jam. Namun pada saat kondisi yang tidak baik, apalagi dengan arah arus dan kecepatan arus yang di atas normal, tentunya untuk perjalanan bisa memakan waktu, seperti kapal pertama bisa sampai 9 jam,” ujar Syafii.
Meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, Basarnas menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan secara intensif. Penyisiran difokuskan pada area yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan arus laut, yang berpotensi membawa korban.
Syafii menyatakan pihaknya tetap optimistis jumlah korban yang ditemukan akan bertambah. Ia juga menyampaikan harapan agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
“Alhamdulillah, beberapa korban yang tadi sudah disampaikan, ada 114 korban telah berhasil dievakuasi. Dan mudah-mudahan hari ini kita masih bisa mendapatkan korban-korban yang masih dinyatakan hilang untuk bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung dengan pengerahan maksimal seluruh sumber daya, baik dari unsur laut, udara, maupun darat, untuk menemukan sisa penumpang yang belum berhasil dievakuasi.