JAKARTA – Salah satu korban selamat Kapal Virgo Transport 8, Ahmad Saudi, mengungkap kondisi penumpang ketika kapal mulai miring hingga akhirnya terbalik di perairan Laut Jawa. Menurut Ahmad, sebagian besar orang yang berhasil menyelamatkan diri dan mencapai perahu karet bersamanya merupakan laki-laki.
Ahmad mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kapal. Namun, berdasarkan pengamatannya, banyak penumpang yang berada di kamar belum sempat keluar ketika kapal mulai miring dengan cepat.
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujar Ahmad, dikutip dari ANTARA, Senin (14/9/2026).
Kesaksian tersebut disampaikan Ahmad setelah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kapal Mendadak Miring
Ahmad menuturkan dirinya sedang berada di dalam kapal ketika kondisi mulai berubah. Kapal disebut tiba-tiba miring ke kiri dengan cepat sekitar pukul 01.20 WITA.
Saat itu, Ahmad yang sedang tidur di sofa terbangun setelah mendengar penumpang lain memberitahukan bahwa kapal dalam keadaan miring.
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad.
Dia kemudian berusaha bertahan dengan berpegangan pada tiang di dekat jendela. Ketika kapal semakin miring, Ahmad bergerak mengikuti posisi kapal hingga akhirnya dapat mencapai bagian atas.
Selamat dengan Perahu Karet
Setelah kapal semakin tenggelam, Ahmad berhasil menggunakan perahu karet bersama sejumlah penumpang lainnya. Ia menyebut terdapat 15 orang dalam perahu tersebut dan seluruhnya berhasil dievakuasi oleh kapal penolong.
“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” ujarnya.
Ahmad juga menggambarkan kondisi laut saat berada di perahu karet. Menurutnya, angin dan gelombang cukup besar sehingga para korban harus bertahan selama sekitar tiga jam sebelum mendapatkan pertolongan.
“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” tutur Ahmad.
243 Orang Berada di Kapal
Kapal Virgo Transport 8 merupakan kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Berdasarkan data manifes yang disampaikan Basarnas, terdapat 243 orang di dalam kapal, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.
Basarnas sebelumnya melaporkan kapal mengalami kondisi miring atau listing sebelum akhirnya hilang kontak di perairan Laut Jawa. Informasi kejadian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) pukul 04.10 WITA dari pihak PT Virgo. Kapal diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan pembaruan data Basarnas yang dikutip ANTARA, sebanyak 107 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 130 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan mengerahkan unsur laut dan udara untuk memperluas pencarian korban.
Operasi pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, KSOP, Polairud, Pelindo, BPBD, PMI, dan potensi SAR masyarakat.