JAKARTA – Kiprah klub-klub Indonesia di kompetisi antar klub Asia turut memengaruhi posisi Indonesia dalam pemeringkatan klub AFC.
Setiap hasil yang diraih wakil Indonesia di kompetisi Asia akan berkontribusi terhadap perhitungan koefisien yang digunakan untuk menentukan alokasi tempat bagi klub-klub dari masing-masing negara.
Dalam sistem AFC, pemeringkatan asosiasi dihitung berdasarkan performa seluruh klub di kompetisi antarklub Asia selama delapan musim yang relevan.
Setiap musim memiliki bobot berbeda, mulai dari 1,0 untuk musim terbaru hingga 0,3 untuk musim terlama yang masih diperhitungkan. Musim 2020 dikecualikan dari perhitungan.
Dengan mekanisme tersebut, kontribusi setiap klub menjadi bagian dari perolehan angka Indonesia secara keseluruhan.
Sejumlah klub tercatat menjadi penyumbang penting dalam perjalanan Indonesia di kompetisi Asia.
Persib Jadi Salah Satu Penyumbang Terbesar
Persib Bandung menjadi salah satu klub Indonesia dengan kontribusi besar dalam pemeringkatan Asia.
Berdasarkan data kontribusi klub yang dihimpun Footy Rankings, Persib memiliki kontribusi sekitar 9,73 poin dalam perhitungan yang ditampilkan untuk periode pemeringkatan tersebut.
Perolehan tersebut tidak terlepas dari penampilan Persib di kompetisi Asia dalam beberapa musim terakhir.
Hasil pertandingan di level AFC menjadi bagian dari akumulasi poin yang kemudian berpengaruh terhadap posisi Indonesia dalam ranking asosiasi.
PSM Makassar Juga Beri Kontribusi
PSM Makassar juga termasuk klub Indonesia yang memiliki rekam kontribusi cukup besar.
Data Footy Rankings mencatat kontribusi PSM sekitar 4,89 poin dalam tabel pemeringkatan yang dihimpun dari hasil kompetisi Asia.
PSM sebelumnya beberapa kali tampil di kompetisi antarklub Asia, termasuk AFC Cup.
Pengalaman tersebut membuat PSM menjadi salah satu klub Indonesia yang turut menyumbang poin dalam perhitungan koefisien nasional.
Madura United dan Dewa United Ikut Menambah Poin
Madura United juga tercatat memberikan kontribusi dalam pemeringkatan tersebut. Data yang sama mencatat kontribusi sekitar 4,08 poin.
Sementara itu, Dewa United berada di angka sekitar 3,5 poin. Kehadiran Dewa United dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa klub yang tampil di kompetisi Asia pada periode pemeringkatan juga dapat memberikan tambahan bagi perolehan Indonesia.
Bali United dan Persija Jakarta turut masuk dalam daftar klub yang menyumbang poin.
Data Footy Rankings masing-masing mencatat sekitar 2,31 poin untuk Bali United dan 1,65 poin untuk Persija Jakarta.
Kontribusi Klub Berpengaruh pada Kuota Asia
Poin yang dikumpulkan klub bukan hanya menjadi catatan performa individu.
Pemeringkatan AFC untuk asosiasi anggota digunakan dalam menentukan alokasi slot kompetisi antarklub Asia pada musim berikutnya.
Dalam alokasi kompetisi AFC 2026/27, Indonesia tercatat memperoleh dua tempat di AFC Champions League Two, masing-masing melalui jalur yang telah ditentukan dalam regulasi alokasi slot. Indonesia juga mendapatkan tempat di AFC Challenge League.
AFC sendiri telah mengonfirmasi daftar peserta kompetisi klub putra untuk musim 2026/27, yang mencakup AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Challenge League.
Karena sistem pemeringkatan menggunakan bobot berdasarkan musim, performa klub Indonesia di setiap edisi kompetisi Asia tetap penting.
Hasil positif dari wakil Indonesia dapat membantu meningkatkan perolehan asosiasi, sementara hasil yang kurang baik dapat membuat tambahan poin Indonesia lebih terbatas.
Dengan demikian, persaingan klub Indonesia di Asia tidak hanya berkaitan dengan pencapaian masing-masing tim.
Setiap kemenangan, hasil imbang, dan perjalanan sebuah klub di kompetisi AFC turut berpengaruh terhadap posisi Indonesia dalam persaingan mendapatkan tempat di kompetisi antarklub Asia.***