JAKARTA – Liverpool mendapat sinyal tegas jika ingin merekrut winger Bournemouth, Rayan, pada bursa transfer Januari mendatang.
Bournemouth disebut tidak berniat memberikan potongan harga untuk pemain muda asal Brasil tersebut, meski ada kedekatan dengan Andoni Iraola.
Rayan menjadi perhatian Liverpool setelah menunjukkan perkembangan pesat sejak bergabung dengan Bournemouth dari Vasco da Gama.
Pemain berusia 20 tahun itu hanya bergabung pada Januari, tetapi performanya langsung membuat namanya ramai dikaitkan dengan klub-klub besar.
Mengutip Liverpool.com, Kamis, pada musim sebelumnya, Rayan mencatat lima gol dan dua assist dari 15 penampilan bersama Bournemouth.
Performa tersebut turut membuka jalan bagi Rayan untuk mendapatkan panggilan ke tim nasional Brasil pada Piala Dunia.
Ia bahkan dipercaya tampil sebagai starter dalam tiga dari lima pertandingan Brasil di turnamen tersebut.
Situasi itu membuat nilai Rayan meningkat tajam dan Liverpool disebut menjadi salah satu klub yang memantau perkembangannya.
Namun, rencana Liverpool mendatangkan Rayan bakal menghadapi kendala besar karena Bournemouth telah menetapkan klausul pelepasan.
Klausul tersebut akan aktif pada Januari dan nilainya mencapai £130 juta atau sekitar Rp3,12 triliun.
Angka tersebut akan membuat Liverpool kembali berpotensi memecahkan rekor transfer klub jika benar-benar mengaktifkan klausul tersebut.
ESPN Brasil melalui jurnalis Bruno Andrade menyebut Bournemouth tidak membuka ruang untuk negosiasi mengenai nilai pelepasan sang pemain.
“Pesannya jelas dan tegas, tidak akan ada diskon bahkan satu sen pun,” kata Bruno Andrade.
Ia menegaskan klub mana pun yang ingin mendapatkan Rayan pada Januari harus membayar penuh nilai klausul yang telah ditetapkan Bournemouth.
“Siapa pun yang ingin merekrut Rayan pada Januari, baik dari Premier League maupun klub Eropa lainnya, harus membayar sesuai nilai klausul,” ujarnya.
Andrade juga menyatakan Bournemouth tidak akan menerima skema pembayaran lebih rendah dari angka yang tercantum dalam kontrak Rayan.
“Tidak akan ada diskon, tidak ada pembayaran lebih rendah, pilihannya hanya itu atau pemain tetap bertahan,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Liverpool harus mempertimbangkan kembali strategi jika ingin membawa Rayan ke Anfield pada bursa transfer berikutnya.
Ketertarikan Liverpool juga muncul ketika klub sudah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat lini serangnya dalam beberapa periode transfer terakhir.
Liverpool disebut telah mengeluarkan US$165 juta atau sekitar Rp2,94 triliun untuk Bradley Barcola pada musim panas ini.
Sebelumnya, Liverpool juga merekrut Alexander Isak dengan nilai US$167 juta atau sekitar Rp2,97 triliun.
Sementara itu, kedatangan Florian Wirtz dilaporkan bernilai sekitar US$155 juta atau setara Rp2,76 triliun.
Dengan struktur transfer tersebut, potensi pembelian Rayan senilai sekitar Rp3,12 triliun akan menjadi keputusan finansial besar bagi Liverpool.
Bournemouth sendiri disebut memiliki posisi kuat karena Rayan masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2031.
Karena itu, Liverpool tidak hanya harus bersaing dengan klub peminat lain, tetapi juga menghadapi tuntutan pembayaran penuh klausul pelepasan.
Jika minat tersebut berlanjut hingga Januari, Liverpool harus menentukan apakah bersedia membayar klausul sekitar Rp3,12 triliun untuk membawa Rayan ke Anfield.***