PANDEGLANG – Suasana haru menyelimuti Posko SAR Gabungan di Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026) malam.
Sejumlah jurnalis dan masyarakat berkumpul untuk mengikuti doa bersama bagi lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang kontak.
Dermaga tersebut menjadi titik keberangkatan rombongan sebelum mereka bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Pemasangan foto dan mawar putih dilakukan sebagai simbol doa serta harapan agar delapan orang yang dicari dapat kembali dengan selamat.
“Kami menunggu kalian pulang,” menjadi kalimat pembuka dalam doa bersama yang berlangsung penuh kekhidmatan.
“Hari ini, pada hari ke-10 pencarian, kami berkumpul bukan untuk mengenang, melainkan untuk meneguhkan doa dan harapan.”.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kegiatan itu digelar sebagai bentuk dukungan moral, bukan sebagai acara untuk melepas kepergian mereka.
“Mawar putih ini adalah simbol ketulusan doa dan cahaya penuntun agar jalur pulang abang-abang diterangi.”
“Kami percaya kalian kuat, dan kami terus menanti kalian kembali ke daratan dengan selamat.”
Gubernur Banten Andra Soni turut hadir dalam kegiatan doa bersama yang digelar di sekitar lokasi posko pencarian.
Sejumlah unsur masyarakat dan insan pers juga hadir, termasuk wartawan berbagai media, jurnalis foto, serta sahabat para wartawan yang hilang.
Kepala Kantor SAR Banten dan Pemimpin Redaksi iNews turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut bersama peserta lainnya.
Doa bersama menjadi salah satu bentuk dukungan ketika operasi pencarian memasuki hari ke-10 dan belum menemukan keberadaan delapan orang tersebut.
Pada hari terakhir operasi, Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian hingga 8.509 mil laut persegi dan mengerahkan 24 kapal.
Wilayah pencarian dibagi menjadi 10 sektor untuk menyisir perairan Selat Sunda dan sejumlah kawasan pesisir yang dinilai berkaitan dengan pencarian.
Sebelumnya, pada hari kesembilan, area pencarian mencakup sekitar 3.439 mil laut persegi dengan 22 kapal yang dikerahkan.
Lima wartawan yang masih dalam pencarian ialah M Bagus Khoirunnas dari Antara dan Arie Basuki dari Merdeka.com.
Tiga wartawan lainnya adalah Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Adapun tiga kru kapal yang ikut dalam rombongan adalah Warta Surahman sebagai kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Kedelapan orang tersebut berangkat dari wilayah Carita menuju sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan.
Mereka kemudian dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026), sehingga operasi pencarian dimulai pada hari berikutnya.
Selama pencarian, tim gabungan menyisir sejumlah wilayah perairan, termasuk sekitar Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Lampung, Ujung Kulon, hingga kawasan Anyer-Carita.
Namun, hingga berakhirnya operasi pada Kamis (17/9/2026), belum ditemukan keberadaan delapan orang maupun kapal cepat KM Arupadatu I.
Operasi SAR gabungan kemudian resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari sesuai masa operasi yang ditetapkan.
Meski operasi resmi ditutup, Basarnas menyatakan pencarian dapat kembali dilakukan apabila muncul informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan mereka.***


